Harimau Jawa Tak Muncul Lagi di Lereng Wilis, BKSDA Tarik 3 Kamera Pengintai

Solichan Arif · Kamis, 08 April 2021 - 16:52:00 WIB
Harimau Jawa Tak Muncul Lagi di Lereng Wilis, BKSDA Tarik 3 Kamera Pengintai
Ilustrasi harimau jawa (okezone).

TULUNGAGUNG, iNews.id - Upaya Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melacak beredaan harimau Jawa di kawasan hutan lereng Gunung Wilis, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, belum membuahkan hasil. Sejak pengintaian tiga bulan terakhir, harimau dengan garis kuning hitam itu tak lagi menampakkan diri. 

Karenanya, tiga dari tujuh kamera pingintai pun ditarik. Pihak BKSDA juga akan melakukan observasi atas rekaman kamera yang dipasang sejak tiga bulan terakhir itu. 

"Tim telah menarik tiga kamera pemantau yang sebelumnya dipasang di lokasi. Kamera kami ambil untuk dilakukan observasi," kata Kepala Resor Wilayah II BKSDA Blitar, Joko Dwiyono, Kamis (8/4/2021). 

Pada akhir tahun 2020, Tim BKSDA menerima laporan munculnya seekor harimau yang mengarah pada ciri macan Jawa. Warga mengaku sedang mencari rumput. Ia melihat macan tersebut tengah berjalan bersama anaknya. Dalam laporannya, warga juga menunjukkan jejak telapak kaki binatang. 

Sayangnya, saat tim BKSDA tiba di lokasi, jejak kaki tersebut sudah dalam kondisi rusak oleh air hujan. Kendati demikian tim tetap memasang kamera pengintai. Tiga kamera diletakkan di kawasan hutan Desa Nyawangan dan empat kamera di Desa Ngulurup. 

Tim BKSDA juga menyimpulkan, lokasi pemasangan kamera memenuhi syarat sebagai habitat harimau. Ada sumber mata air. Ada sumber pangan. Kawanan babi hutan dan kijang kerap terlihat warga yang sedang mencari rumput. "Pemasangan kamera pengintai berjalan sekitar tiga bulan," kata Joko. 

Selama kamera terpasang, tim melakukan pengecekan secara berkala. Setiap dua pekan sekali, tim BKSDA datang ke lokasi melakukan pengecekan hasil. Joko mengakui, pelacakan yang dilakukan tidak mudah. Hal itu mengingat  harimau memiliki sifat sensitif terhadap hal asing. Harimau memiliki naluri yang tajam. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: