Hadapi Dunia Baru Tenaga Kerja, Serikat Buruh Muslimin Indonesia NU Gelar Kongres Akbar ke-6

Rizal Bomantama · Rabu, 28 September 2022 - 00:43:00 WIB
Hadapi Dunia Baru Tenaga Kerja, Serikat Buruh Muslimin Indonesia NU Gelar Kongres Akbar ke-6
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf menghadiri pembukaan Kongres Akbar ke-6 Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama, Selasa (27/9/2022). (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Pembukaan Kongres Akbar ke-6 Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Nahdlatul Ulama digelar pada Selasa (27/9/2022) di Aston Hotel, Sidoarjo, Jawa Timur. Presiden Konfederasi Sarbumusi Syaiful Bahri Anshori (SBA) mengatakan, kongres kali ini mengusung tema "Bergerak Menyambut Dunia Baru Ketenagakerjaan".

Dia mengingatkan situasi dan tantangan yang dihadapi para pekerja atau buruh, khususnya buruh di Konfederasi Sarbumusi. Tantangan tersebut setidaknya ada tiga hal yang dampaknya sangat terasa dan belum selesai hingga saat ini dan ke depan.

“Kita masih kena dampak serius dari tiga C yang sekarang masih belum selesai. Covid-19, Climate Change, dan Conflict. Sebenarnya Covid-19 ini bahasa biasa dalam kehidipan kita sehari-hari. Nenek moyang kita menyebutnya pagebluk. Namun dampaknya luar biasa kita rasakan sekarang. Kedua, Climate Change atau perubahan iklim. Conflict, Contohnya konflik Rusia-Ukraina dengan kroninya masing-masing,” ucap Syaiful Bahri dalam sambutannya.

Ketiga hal tersebut, lanjut dia, harus diantisipasi karena dampaknya ke depan. 

“Pertama, yang sudah kita rasakan dan terjadi sekarang inflasi. Kedua, pertumbuhan ekonomi dunia melambat, bahkan ada negara-negara yang gagal. Ketiga, terjadi sulitnya rantai pasok energi dan pangan yang mengakibatkan melonjaknya harga-harga energi dan pangan serta memicu inflasi,” katanya.

Lantaran memicu inflasi, sambungnya, maka pabrik-pabrik yang menggunakan bahan baku impor di mana para buruh bekerja juga mengalami kesulitan.

“Naiknya harga bahan baku, memicu serapan pasar yang lemah. Akibatnya perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi tenaga kerjanya. Tentu ini menakutkan bagi teman-teman yang ada di dunia perburuhan,” katanya.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: