Dugaan Korupsi Jasmas, 4 Anggota DPRD Kota Surabaya Mangkir Panggilan Kejari

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 23 Juli 2019 - 23:10 WIB
Dugaan Korupsi Jasmas, 4 Anggota DPRD Kota Surabaya Mangkir Panggilan Kejari
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya batal memeriksa empat anggota DPRD terkait kasus dugaan korupsi proyek Jasmas. (Foto: SINDOnews)

SURABAYA, iNews.id – Empat anggota DPRD Surabaya mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Selasa (23/7/2019). Mereka antara lain Ratih Retnowati, Dini Rijanti, Binti Rochmah dan Syaiful Aidi.

Sesuai jadwal, empat anggota DPRD ini dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016, Selasa pagi. Namun, hingga sore tadi, keempatnya tidak hadir.

“Iya, hari ini ada pemanggilan keempat (anggota) Dewan. Tetapi, mereka semua tidak datang,” kata Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie.

Dia mengakui, keempat anggota DPRD tersebut telah melayangkan surat pemberitahuan. Namun, surat tersebut baru disampaikan pada hari ini. Tepat bersamaan dengan jadwal pemeriksaan.

“Aneh, surat pemberitahuan tidak bisa hadir baru kita terima hari ini, pas dijadwalkan pemeriksaan Ini (surat pemberitahuan) yang kami sayangkan,” katanya.

Atas pemberitahuan itu, Lingga mengaku akan menjadwalkan pemanggilan ulang. Namun, Lingga belum memastikan jadwal pasti pemeriksaan ulang mereka. “Segera, kami akan jadwalkan pemanggilan lagi,” katanya.

Diketahui, Kejari Tanjung Perak tengah mengusut kasus dugaan korupsi Jasmas 2016 senilai Rp4,9 miliar. Dua anggota DPRD Surabaya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Masing-masing Aden Darmawan dan Sugito.

Sedangkan empat anggota DPRD lainnya (Ratih Retnowati, Dini Rijanti, Binti Rochmah dan Syaiful Aidi) masih berstatus saksi. Seluruh anggota DPRD ini diperiksa menyusul pengakuan terdakwa Agus Setiawan Tjong di persidangan.  

Sesuai dakwaan, Agus dianggap bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat pesta di 230 RT se Surabaya. Meliputi, kursi, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. Modusnya, Agus melakukan mark-up pembelian.

Proyek Jasmas sendiri terlaksana atas rekomendasi enam anggota DPRD Surabaya. Caranya, Agus menghimpun proposal pengajuan proyek dari 230 RT se-Surabaya dan meminta sejumlah anggota Dewan tersebut memberikan rekomendasi (pengesahan).


Editor : Kastolani Marzuki