Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan Ditahan Kejati Jatim terkait Dana Jasmas

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 16 Juli 2019 - 18:13 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan Ditahan Kejati Jatim terkait Dana Jasmas
Wakil Ketua DPRD Surabaya Aden Darmawan ditahan di Rutan Kejati Jatim terkait dana Jasmas. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Tersangka kasus dugaan korupsi proyek Jasmas 2016 bertambah. Setelah anggota DPRD Surabaya Sugito, kini Wakil Ketua DPRD Surabaya Aden Darmawan juga menjadi tersangka. Sama seperti Sugito, Aden juga langsung dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Darmawan ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari enam jam. Sekitar pukul 09.00 WIB, Darmawan memenuhi panggilan penyidik kejaksaan. Darmawan diperiksa terkait dengan aliran dana proyek Jasmas 2016 senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah.

“Sesuai dengan komitmen kami yang akan menuntaskan penyidikan, hari ini kami menahan D (Aden Darmawan) yang jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya atas perkara korupsi dana Jasmas tahun 2016,” kata Kepala Kejaksaan Tanjung Perak, Rachmad Supriady, Selasa (16/5/2019).

Rahmad mengatakan, penahanan Darmawan ini berdasarkan alat bukti yang diperoleh penyidik tindak pidana khusus (Pidsus), berupa surat dan keterangan saksi-saksi maupun keterangan dari tersangka sebelumnya.

“Tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan. (Penahanan) ini dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan dan tidak melarikan diri atau menghilangkan barng bukti,” katanya.

Rahmad menjelaskan, dalam kasus ini, Darmawan berperan mengumpulkan dan menyetujui proposal jasmas yang akan dikerjakan oleh rekanan, Agus Setiawan Jong (terdakwa dalam perkara yang sama). Sedikitnya ada 230 RT yang mengajukan proposal proyek jasmas itu.

Ratusan RT tersebut diminta Agus untuk mengajukan proposal untuk pengadaan tenda, kursi dan sound system. Oleh Agus, proposal itu diajukan kepada Darmawan untuk disetujui. Oleh Agus dan Darmawan, dana pengadaan yang diambilkan dari dana Jasmas tersebut digelembungkan, sehingga negara dirugikan.

Dalam perkara ini, Darmawan dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo UU Nomor 21 tentang perubahan atas Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara itu, Darmawan tak banyak bicara begitu digelandang ke mobil tahanan. Berkali-kali dia menyembunyikan wajahnya dengan topi dan koran dari bidikan kamera. “Nanti saja nunggu proses di peradilan,” ucapnya.

Diketahui, selain Sugito dan Darmawan, ada empat anggota DPRD Surabaya lainnya yang juga diperiksa dalam kasus dugaan korupsi ini. Mereka antara lain Wakil Ketua DPRD Ratih Retnowati (Demokrat); Anggota DPRD Dini Rijanti (Demokrat); Binti Rochmah (Hanura) dan Syaiful Aidy (PAN). Saat ini keempat anggota DPRD tersebut masih menjadi saksi.


Editor : Kastolani Marzuki