Dituding Dukun Santet, Pria di Sampang Dibunuh dengan Raket Nyamuk

Tikno Arie ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 19:41 WIB
Dituding Dukun Santet, Pria di Sampang Dibunuh dengan Raket Nyamuk
Polres Sampang saat ekspose kasus pembunuhan. (Foto: iNews/Tikno Arie)

SAMPANG, iNews.id - Kasus pembunuhan Mat Tora'i (55) warga Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang dituding sebagai dukun santet akhirnya terungkap. Polres Sampang bersama Polres Pamekasan menangkap satu lagi pelaku pembunuhan.

Identitas pelaku diketahui bernama Lasron (36). Dia sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) selama 7 bulan terakhir. Selama ini pelaku berpindah-pindah ke beberapa wilayah di Madura, seperti ke Kabupaten Sumenep dan ditangkap di Pamekasan saat sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Pelaku Lasron bersama Arifin membunuh Mat Tora'i karena menduga korban menyantet nenek mereka hingga meninggal dunia. Selain itu juga menyebabkan ibu mereka sakit. Pelaku Arifin ditangkap terlebih dahulu pada Desember 2019.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, pembunuhan ini terjadi pada akhir November 2019. Kedua pelaku membunuh korban dengan menggunakan raket listrik pembasmi nyamuk.

"Tersangka Lasron ini yang bertugas memegangi kaki korban saat mereka melakukan pembunuhan," ujar Kapolres, Senin (10/8/2020).

Tersangka Arifin dan Lasron membunuh Mat Tora'i setelah salah satu dari mereka mendapat petunjuk dari almarhum neneknya di alam mimpi. Dalam mimpi itu disebutkan, Tora'i pelaku santet dan hanya bisa dibunuh dengan raket listrik pembasmi nyamuk.

Selain raket nyamuk, mereka juga menggunakan batu besar dan pentungan kayu yang dihantamkan ke kepala korban.

Dalam kasus ini, tersangka Arifin sudah menjalani sidang serta vonis hukuman kurungan penjara 10 tahun di Kabupaten Sampang. Sementara Lasron, dijerat pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 ayat 3 KUHP subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Selain itu, Lasron juga terjerat hukum atas kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Kabupaten Pamekasan. 


Editor : Donald Karouw