Digelar Sederhana, Ritual Jamasan Gong Kiai Pradah di Blitar Tak Dihadiri Bupati 

Solichan Arif · Kamis, 21 Oktober 2021 - 19:27:00 WIB
Digelar Sederhana, Ritual Jamasan Gong Kiai Pradah di Blitar Tak Dihadiri Bupati 
Ritual jamasan atau siraman pusaka gong Kiai Pradah di alun-alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. (Foto: Sindonews/Solichan Arif)

BLITAR, iNews.id - Ritual jamasan atau siraman pusaka gong Kiai Pradah di Kabupaten Blitar digelar sederhana di gedung sanggar penyimpanan pusaka, Lodoyo, Kamis (21/10/2021). Ritual jamasan juga tidak digelar di atas menara alun-alun Lodoyo seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Pademi Covid-19 menjadi alasannya. Pemerintah Kabupaten Blitar sengaja tidak menggelar acara jamasan di atas menara alun-alun untuk menghindari kerumunan. Selain itu, pemkab juga membatasi jumlah pengunjung yang berburu berkah air bekas jamasan, terutama mereka yang berusaha mendekat di gedung sanggar penyimpanan pusaka. 

Bupati Blitar Rini Syarifah juga berhalangan hadir dan digantikan Wakil Bupati Rahmat Santoso. "Bupati lagi di Jakarta mas, ada acara Apkasi," kata Wabup Blitar Rahmat Santoso Kamis (21/10/2021). 

Pusaka gong Kiai Pradah atau Kiai Bicak merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Pada awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam (1584). Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati pernah memakainya untuk siasat bertempur melawan pasukan Pajang. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: