Berdalih Buat Beli Susu, Bapak 1 Anak di Surabaya Rampok Taksi Online

Sony Hermawan ยท Selasa, 06 Februari 2018 - 23:31:00 WIB
Berdalih Buat Beli Susu, Bapak 1 Anak di Surabaya Rampok Taksi Online
Pelaku begal taksi online (kanan) Gangsar Nur Cahyono ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya seusai beraksi. (Foto: iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Petualangan Gangsar Nur Cahyono (24) di dunia kejahatan berakhir sudah. Warga Kalijudan, Surabaya, Jawa Timur itu ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya seusai merampok taksi online di kawasan Babatan, Pantai Mulyorejo, Surabaya.

Dalam aksinya, pelaku yang memiliki satu anak ini berpura-pura memesan taksi online melalui aplikasi Go-car di kawasan Kepuh Permai, Tropodo-Sidoarjo untuk diantar ke wilayah Babatan, Pantai Mulyorejo, Surabaya.

Saat perjalanan korban langsung dibekap dari belakang oleh pelaku. Selain dibekap, korban juga disetrum di bagian leher dengan alat kejut. Ketika sudah tak berdaya, korban dibuang pelaku di tepi jalan dan mobil Daihatsu Ayla nopol L 1195 II dibawa kabur ke daerah Jombang.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan terungkapnya kasus perampokan taksi online ini setelah korban melaporkan kejadian itu ke Mapolrestabes Surabaya. Dari hasil penyidikan, polisi dapat meringkus pelaku di salah satu kos di kawasan Kalijudan, Surabaya.

“Tersangka berpura-pura turun ke ATM. Setelah itu, korban disekap dari belakang dan ditodong dengan senjata. Korban yang ketakutan terus dibuang ke jalan dan pelaku membawa kabur mobil korban,” katanya.

Sudamiran mengatakan, pelaku ditangkap empat jam setelah kejadian. Penangkapan itu dari hasil penyelidikan di lokasi kejadian dan ditemukan kartu identitas pelaku. "Kita juga masih kembangkan kasus ini untuk mengungkap apakah ada jaringannya. Sebab, mobil hasil begal akan dijual ke daerah Jombang," ucapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti satu unit mobil Daihatsu Ayla, uang tunai Rp250.000, jaket, dan ponsel. “Pelaku kita tahan. Dia dijerat dengan Pasal 365 dengan ancaman 9 tahun penjara,” tandasnya.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku nekat merampok taksi online karena terdesak untuk mencukupi kebutuhan keluarga, serta untuk beli susu anaknya yang masih kecil. “Rencananya mobil hasil rampokan akan saya jual di daerah Jombang dengan harga Rp15 juta,” ucapnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: