Aneh, Keluarga Cendana AHS Terima Reward dari MeMiles meski Tidak Top Up

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 12:53 WIB
Aneh, Keluarga Cendana AHS Terima Reward dari MeMiles meski Tidak Top Up
Ilustrasi investasi ilegal. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.idKeluarga Cendana, AHS disinyalir bukan sekedar mamber biasa di MeMiles. Pasalnya, AHS menerima aliran dana dan mendapatkan reward, kendati tidak melakukan top up, layaknya member yang lain.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, AHS menerima reward mobil mewah dari MeMiles. Bahkan, hasil pemeriksaan digital forensik terhadap rekening AHS, ada sejumlah aliran dana dari PT Kam and Kam.

“(AHS) tidak top up, tetapi ada aliran dana masuk dan reward yang diterima. Nah, inilah yang akan didalami. Berapa yang diterima, sebagai apa. Sebab, dari haril pemeriksaan tidak ada sebagai member,” kata Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (22/1/2020).

Luki mengatakan, reward juga diterima istri AHS. Bedanya, istri AHS tersebut tercatat sebagai member. Tak hanya itu, yang bersangkutan juga melakukan top up, layaknya member penerima reward lain.

BACA JUGA: Investasi Bodong MeMiles, Keluarga Cendana Datangi Polda Jatim Lewat Akses Khusus

Diketahui, keluarga cendana AHS, memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (22/1/2020). AHS diperiksa penyidik Polda Jatim berkaitan kasus investasi bodong, Memiles.

AHS datang sekitar pukul 10.35 WIB melalui akses khusus Polda Jatim. Akses ini terbatas untuk kapolda maupun pejabat utama. Cara AHS mendatangi Polda Jatim ini terlihat tidak biasa lantaran saksi-saksi sebelumnya datang melalui pintu utama.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, AHS diperiksa sebagai saksi. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti digital forensik, AHS diketahui terlibat dalam investasi bodong tersebut.

“Hari ini Polda Jatim memanggil tiga orang saksi, yakni AHS, AN dan TJ. Tiga orang itu akan diperiksa, dimana yang ketiga orang itu ada kaitannya degan pemeriksaan saksi-saksi sebelumnya dan tersangka,” katanya.

BACA JUGA: Polisi Dalami Peran AHS dalam Kasus Investasi Ilegal MeMiles

Luki mengatakan, pemeriksaan para saksi akan terus dilakukan untuk membongkar secara tuntas bisnis bodong dan menyelamatkan aset milik member yang menjadi korban.

“Pada hari Selasa kemarin sudah Rp128,4 miliar yang kami sita. Insyaallah ini akan terus bertambah. Karena tim kami masih menelusuri orang-orang yang sedang kami dalami,” katanya.(ihya’ ulumuddin)


Editor : Umaya Khusniah