90 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal di Surabaya Disertai Penyakit Penyerta

Antara ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 09:45 WIB
90 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal di Surabaya Disertai Penyakit Penyerta
Ilustrasi virus corona. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Surabaya, Jawa Timur sebagian besar memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Persentasenya mencapai 90 persen berdasarkan perhitungan hingga 28 Juli 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, ada sebanyak 754 orang meninggal dunia karena Covid-19.

"Dari jumlah itu, 714 orang di antaranya meninggal disertai dengan komorbid. Sisanya murni karena kasus Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, Dinkes Surabaya menaruh perhatian lebih kepada masyarakat yang rentan tertular Covid-19. seperti warga yang memiliki penyakit penyerta, ibu hamil serta lansia. Mereka bahkan dipantau ketat.

"Upaya kami mendata pasien-pasien rentan dan komorbid. Artinya, yang rentan mulai dari lansia, ibu hamil ditambah dengan pasien komorbid," kata Febria.

Bagi warga yang memiliki komorbid seperti diabetes mellitus (DM), hipertensi (HT), komplikasi DM dan HT, asma hingga jantung, dilakukan pemantauan ketat melalui Puskesmas.

Febria juga menyarankan kepada warga yang memiliki komorbid agar tidak perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan untuk membeli obat.

"Nah, itu kami data mereka dan menjadi tanggung jawab Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan BPJS untuk bisa menyiapkan obat-obat pasien komorbid," ujarnya.

Bagi ibu hamil, mereka juga dipantau dan didampingi tiap-tiap bidang kelurahan (Bikel). Bahkan, sejak pekan pertama kehamilan hingga melahirkan, ibu hamil di Surabaya menjadi tanggung jawab masing-masing Bikel.

"Selain memeriksakan kehamilan, pada pekan ke 37 ibu hamil, dilakukan usapan (swab), setelah itu menentukan rumah sakit mana yang akan menjadi tempat rujukan Puskesmas," katanya.

Jika hasil tes usap positif Covid-19, selanjutnya dirujuk ke rumah sakit khusus. Sementara jika hasil usapan negatif dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak,


Editor : Donald Karouw