4 Hari Operasi Yustisi, Polda Jatim Kumpulkan Denda Protokol Kesehatan Rp84,9 Juta

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 17 September 2020 - 17:13 WIB
4 Hari Operasi Yustisi, Polda Jatim Kumpulkan Denda Protokol Kesehatan Rp84,9 Juta
Ratusan pelanggar protokol kesehatan di Surabaya terjaring dalam operasi yustisi, Rabu (17/9/2020). Mereka langsung ditindak dengan sidang lapangan. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur (Jatim) mengumpulkan denda pelanggar protokol kesehatan sebanyak Rp84,9 juta. Total denda tersebut diperoleh dari operasi yustisi di seluruh Jatim sejak empat hari tekahir.

Berdasarkan data Polda Jatim, denda terbanyak diperoleh Polrestabes Surabaya yakni Rp14 juta. Kemudian Polres Kota Malang Rp11,4 juta, Polres Gresik Rp8,4 juta, Polres Tanjung Perak Surabaya Rp6,2 juta, dan Polres Jombang Rp3,1 juta.

“Sanksi denda itu berdasarkan Perda (Peraturan Daerah) Nomor 2 Tahun 2020, tentang Protokol Kesehatan, serta Pergub (Peraturan Gubernur) Nomor 53 Tahun 2020,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (17/9/2020).

Selain denda administratif sebesar Rp250.000, pelaku pelanggaran, kata Trunoyudo, juga dijatuhi sanksi teguran lisan dan tertulis serta penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, sanksi juga berupa kerja sosial.

“Sanksi ini tidak hanya berlaku bagi perorangan, tetapi juga sektor pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum,” katanya.

Truniyudo mengatakan, untuk sanksi teguran lisan, Polda Jatim mencatat ada 10.627 teguran lisan. Sedangkan teguran tertulis sebanyak 4.874. Sementara sanksi sosial sebanyak 1.457. “Untuk KTP yang disita ada 665 buah,” ujarnya.

Trunoyudo mengatakan, dari seluruh pelanggaran yang terdata, jumlah paling banyak tidak menggunakan masker. Selebihnya berkurumun tanpa physical distancing. “Penegakan disiplin protokol kesehatan ini kami gelar serentak sejak Senin lalu. Petugas yang terlibat yakni TNI,Polri, Satpol PP dan relawan,” katanya.

Diketahui, penegakan disiplin protokol kesehatan di Jatim terus digalakkan. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Kemarin misalnya, Forkopimda Jatim menerjunkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan.


Editor : Ihya Ulumuddin