22.107 Anak di Jatim Terpapar Covid-19 dan 93 Meninggal, Penularan Didominasi Klaster Keluarga

Aan Haryono ยท Kamis, 22 Juli 2021 - 11:23:00 WIB
22.107 Anak di Jatim Terpapar Covid-19 dan 93 Meninggal, Penularan Didominasi Klaster Keluarga
Siswa SMP mengikuti vaksinasi Covid-19. Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini masih dalam suasana keprihatinan di tengah pandemi Covid-19. (Foto: SINDOnews)

SURABAYA, iNews.id - Jumlah anak yang terpapar Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) masih terus meningkat dan penularan didominasi klaster keluarga. Sejak pandemi hingga Rabu (21/7/2021), tercatat sudah 22.107 anak-anak di bawah usia 18 tahun yang terpapar virus Corona dan 93 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim Andriyanto menuturkan, angka tersebut membuat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini masih dalam suasana keprihatinan di tengah pandemi Covid-19. Tahun ini HAN menghadapi tantangan karena pandemi Covid-19 di Indonesia yang berimplikasi pada masyarakat, terutama anak-anak.

“Ada catatan berbagai persoalan seperti masalah pengasuhan bagi anak yang orang tuanya positif Covid-19. Kemudian, kurangnya kesempatan bermain dan belajar serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di rumah,” kata Andri, panggilan akrabnya, Kamis (22/7/2021).

Berdasarkan laporan Komite Penanganan Covid-19 Nasional dalam Covid19.go.id per tanggal 21 Juli 2021, tercatat jumlah kasus terkonfirmasi positif di Jatim sebanyak 249.242 kasus dengan 22.107 kasus pada anak-anak. Dari jumlah itu, terdapat 16.495 jiwa yang meninggal dunia dan dari 16.495 jiwa yang meninggal tersebut 93 jiwa merupakan anak-anak. 

"Rinciannya 46 anak usia 0-5 tahun, 47 anak usia 6–18 tahun," ujarnya.

Kejadian lonjakan kasus Covid-19 di Jatim ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Klaster keluarga adalah penyebaran virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang sudah lebih dahulu tertular lalu menularkannya pada anggota keluarga lain.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2