Pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan. (ilustrasi).
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Malang kembali meningkat. Hal itu ditandai dengan banyaknya pemakaman jenazah di Kota Malang dengan protokol kesehatan sehak beberapa hari terakhir. 

Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi mengakui ada tren kenaikan pemakaman dengan prosedur pasien Covid-19. Peningkatan sudah terjadi sejak satu minggu terakhir setelah sebelumnya sempat turun. 

"Sampai kemarin ada 15 pemakaman, satu minggu kemarin agak rapat untuk pemakaman, satu dua tiap hari," ucap Subaedi, Kamis (24/11/2022). 

Subaedi membandingkan dengan proses pemakaman prokes di bulan September, Oktober, hingga November awal yang tidak setiap hari ada. Bahkan di bulan Oktober lalu disebutnya ada 11 pemakaman Protokol Kesehatan (prokes). 

"Tempo dua hari sekali tiga hari, kadang empat hari sekali baru ada. Yang mulai ada peningkatan itu mulai minggu kemarin pemakaman," ucap dia. 

Kendati mulai ada peningkatan pemakaman dengan Prokes, ia memastikan timnya masih mencukupi menangani proses pemakaman. Sebab saat ini ada sekitar 6-8 orang yang disiagakan dalam satu tim untuk menangani pemakaman dengan standar Prokes. 

"Sementara ini belum ada penambahan tim karena semua masih terkendali, namun dikarenakan kemarin sempat ada tren peningkatan meminta anggota teman-teman relawan itu stand by siaga sewaktu-waktu, kalau dibutuhkan tinggal berangkat," tuturnya.

Meski ada peningkatan pemakaman dengan Prokes, ia belum bisa memastikan seluruh jasad yang dimakamkan dengan Prokes itu merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab wewenang itu berada di rumah sakit yang menanganinya. 

"Bisa ditanyakan ke rumah sakit untuk itu, informasi dari rumah sakit. Dari rumah sakitdisampaikan ke PSC, dari PSC di share di grup 3 UPT, DLH, Dinas Kesehatan PSC, dan BPBD. (Pemakaman jenazah) dari Malang kota saja," tuturnya. 

Subaedi mengimbau agar masyarakat mulai mengencangkan Prokes dengan tidak sering-sering berkerumun dan menjaga kesehatan di tengah cuaca yang sedang tidak menentu seperti saat ini. 

"Kami himbau untuk gejala kesehatan, kalau badan terasa nggak enak istirahat saja di rumah. Hindari kerumunan, hindari berinteraksi dengan masyarakat yang jumlahnya banyak," katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT