PROBOLINGGO, iNews.id – Kawasan sabana dan vegetasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali diterpa bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Titik api dilaporkan mulai berkobar sejak Kamis sore dan terus meluas hingga Jumat (11/9/2026).
Guna mengutamakan keselamatan para wisatawan serta mempermudah mobilitas tim pemadam, balai besar TNBTS mengumumkan penutupan total akses masuk dari arah Kabupaten Malang.
Berdasarkan data di lapangan, titik api pertama kali terdeteksi di kawasan Pengol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Cuaca terik di tengah musim kemarau, hamparan rumput serta ilalang kering, plus tiupan angin yang sangat kencang menyebabkan kobaran api merembet dengan sangat cepat dan melahap area vegetasi di sekitarnya.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Balai Besar TNBTS mengmbil tindakan tegas dengan menutup pintu masuk jalur wisata Bromo via Coban Trisula, Kabupaten Malang. Penutupan ini berlaku sejak Kamis malam hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Bagi para wisatawan yang hendak berwisata, akses masuk masih dibuka melalui jalur Pasuruan dan Probolinggo, namun dengan pembatasan area kunjungan.
Kapolsek Sukapura, Iptu DJ Setyo mengatakan, langkah penutupan dan pembatasan jalur wisata ini murni diambil demi keselamatan publik serta kelancaran proses pemadaman di lokasi penanganan.
"Penutupan ini demi keselamatan pengunjung. Selain itu, agar petugas dan personil di lapangan bisa lebih fokus melakukan percepatan pemadaman api," tegas Iptu DJ Setyo, Jumat (11/9/2026).
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri atas personel Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, serta relawan masyarakat setempat masih berada di lokasi berjuang memadamkan titik-titik api agar kebakaran tidak meluas semakin jauh ke area pemukiman atau kawasan konservasi inti.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait