Para seniman berunjuk rasa dengan dandanan seperti saat manggung, Jumat (20/8/2021). (Foto: iNews.id/Pipiet Wibawanto).
Pipiet Wibawanto

TUBAN, iNews.id - Dua tokoh punokawan, Gareng dan Petruk bersama puluhan pekerja seni menggeruduk Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban, Jumat (20/8/2021) pagi. Mereka berunjuk rasa memprotes penerapan PPKM Darurat dan menuntut pelonggaran jam pentas. 

Protes ini disampaikan karena hampir dua tahun para seniman kehilangan mata pencarian. Bahkan beberapa di antara mereka terpaksa harus menjual perabot rumah untuk biaya hidup. 

Kehadiran puluhan seniman ini pun mengundang perhatian masyarakat. Sebab, tak menyampaikan aspirasi, para seniman panggung ini datang dengan berdandan ala pentas, di antaranya wanita sinden, Waranggono serta tokoh punokawan, Gareng dan Petruk. 
 
Sambil membentangkan poster dan spanduk, massa aksi melakukan orasi bergantian. Mereka mengeluh, kesulitan mencari nafkah selama hampir dua tahun sejak pandemi. Sebab, kegiatan pementasan dibatasi dan dilarang. 

Padahal, selama ini mereka menggantukan hidup dari berkesenian. Sementara, sebagian besar di antara mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, baik berupa sembako maupun uang. 

Di tengah orasi, salah satu pekerja seni ini berlutut di kaki Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olah Raga Didit Sulistyadi untuk mengetuk hati nuraninya. Harapannya yang bersangkutan dapat memperjuangkan nasib para seniman. 
 
"Kami dari para pekerja seni Kabupaten Tuban, mohon dilonggarkan jam pentas. Hampir dua tahun kami tertekan," kata salah seorang seniman. 

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olah Raga Didit Sulistyadi mengatakan, penerapan PPKM Darurat merupakan wewenang pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah daerah hanya menjalankan sesuai peraturan yang berlaku. 

"PPKM ini sudah agak menurun. Sementara ini hiburan masih belum diperbolehkan. Namun, hajatan boleh digelar dengan batasan personel," katanya. 

Setelah hampir satu jam berorasi, para pekerja seni akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka juga tetap menerapkan protokol kesehatan selama berunjuk rasa.


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT