Warga Nganjuk Tak Mau Mundur sebagai Penerima PKH meski Punya Mobil, Ini Alasannya

Riski Amirul Ahmad · Jumat, 22 Mei 2020 - 12:19 WIB
Warga Nganjuk Tak Mau Mundur sebagai Penerima PKH meski Punya Mobil, Ini Alasannya
Suma’ani, warga penerima bantuan PKH yang memiliki mobil dan perabot eletkronik. (Foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

NGANJUK, iNews.id – Seorang warga Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) menolak mundur sebagai penerima bantuan pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH) padahal sudah memiliki mobil dan perabot elektronik. Alasannya, dia sakit hati kepada perangkat desa dan pendamping PKH karena kerap menyindirnya supaya mundur.

Suma’ani (39) warga Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk ini dengan penuh percaya diri mengakui menerima program bantuan dari pemerintah PKH. Bahkan tanpa keberatan, Suma’ani bersedia menunjukkan mobil dengan nopol B 8782 DQ maupun perabotan rumah yang dimiliki.

“Awalnya saya mau mundur, tapi karena disindir-sindir terus dan sakit hati, makanya saya ga mundur,” katanya.

Baginya, cara komunikasi perangkat desa dan pendamping PKH menyuruhnya mundur menyakitkan hati. Namun, dia mengaku jika sudah ada komunikasi yang baik dari perangkat desa maupun pendamping program PKH, Suma’ani berjanji akan mengundurkan diri dengan senang hati.

“Sekarang saya belum ada kemauan, karena masih sakit hati,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Sebelumnya, Suma’ani dan keluarganya sudah menerima bantuan PKH sejak dua tahun terakhir. Awalnya, keluarganya diajukan sebagai penerima PKH karena kondisi ekonominya masih terpuruk. Namun seiring berjalannya waktu, kini ekonomi keluarganya sudah membaik dan mampu membeli mobil.

“Awalnya, saat itu saya dapat undangan ke balai desa untuk menerima PKH. Saya mau saja karena saya tidak mengajukan dan saat itu memang kondisi masih tidak punya,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Suami Suma’ani bekerja sebagai kuli bangunan. Mobil yang dia miliki sering disewakan kepada warga. Status rumah Suma’ani merupakan milik suami sedangakn garasi mobil masih menumpang di tanah adik ipar.

Sebelumnya, foto Suma’ani bersama mobilnya sempat heboh di media sosial karena masih tercatat sebagai penerima bantuan PKH. Meski memiliki mobil, Suma’ani juga tidak keberatan rumahnya diberi label keluarga penerima PKH menggunakan cat di tembok.


Editor : Umaya Khusniah