Wali Kota Risma Minta Lurah se-Surabaya Turun ke Lapangan Tekan Penyebaran Covid-19

Ihya Ulumuddin, Antara ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:42 WIB
Wali Kota Risma Minta Lurah se-Surabaya Turun ke Lapangan Tekan Penyebaran Covid-19
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar telekonferensi video bersama lurah se-Surabaya terkait penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya, Sabtu (20/6/2020). (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

SURABAYA, iNews.id - Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menjadi sorotan karena kasus Covid-19 yang masih tinggi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para lurah di Kota Pahlawan itu memperkuat wilayah masing-masing dalam menekan dan memutus penyebaran virus corona.

Risma menginstruksikan kepada lurah untuk terjun ke lapangan guna mengarahkan masyarakat untuk berbuat apa, khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Lurah diminta segera membantu warga yang kesulitan.

"Jika ada warga yang sedang kesulitan, ayo turun, mumpung kalian bisa berbuat baik. Tidak semua orang diberikan kesempatan. Jangan sampai ketika ada warga yang sakit tidak ada yang tahu," kata Risma saat menggelar video telekonferensi bersama lurah se-Surabaya di Balai Kota Surabaya, Sabtu (20/6/2020).

Namun, pola penanganan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah karena masyarakat setempat heterogen.

"Anda sama seperti saya, cuma lingkupnya lebih kecil. Saya berharap sekali lagi ayo kita turun, kita lihat masyarakat. Barang kali ada warga yang butuh bantuan bapak ibu sekalian. Diarahkan masyarakatnya harus berbuat apa, harus apa. Kalau kerja tulus tidak perlu takut," ujarnya.

Apalagi, kata Risma, saat ini kondisi begitu berat. Tidak hanya bagi setiap pemerintah, tetapi masyarakat juga terdampak pandemi Covid-19.

Risma mendorong para lurah mencari warga yang mengalami kesusahan, terutama mereka yang terdampak ekonominya karena pandemi Covid-19.

"Ayo ditata, dicari. Jangan sampai ada masalah misalnya ada warga kena PHK. Dia keahliannya apa itu dilaporkan, kita akan coba bantu sehingga mereka bisa bekerja lagi," ujarnya.

Risma mengaku setiap laporan camat dan lurah yang masuk dari masing-masing wilayah selalu dibaca. Meski setiap hari begitu banyak laporan yang masuk, hal itu tak menjadi masalah bagi dia.

Bagi dia, hal yang terpenting jangan sampai ada warga yang mengalami kesulitan, namun perangkat wilayah tidak mengetahuinya. "Karena kita adalah pelayan masyarakat, kita dibayar dengan keringat rakyat. Beda ketika kita kerja di perusahaan. Karena itu semua nanti akan kita pertanggungjawabkan," ujarnya.

Risma juga berpesan kepada para lurah agar terus mengingatkan warganya untuk tetap waspada menghadapi Covid-19. Meski dalam wilayah itu tidak ditemukan kasus Covid-19, warga tetap harus mengantisipasi.

Dia juga berharap para lurah terus menggerakkan masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Disiplin tersebut harus dijalankan, termasuk ketika beraktivitas di luar rumah, seperti ke pasar.

"Misal kalau warga mau ke pasar itu harus apa, kalau pergi kerja mereka harus apa. Ini memang tidak mudah. Tapi saya mohon kerja samanya teman-teman," ujarnya.

"Pastikan warga tidak boleh ada yang kena, jangan sampai mereka tertular. Kalau kita tidak bisa memotong ini, maka ekonomi akan sulit, jangankan ekonomi, makanan pun akan sulit untuk ke depannya," katanya.


Editor : Maria Christina