MOJOKERTO, iNews.id - Warga Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto memasang air warna-warni di depan rumah dan pepohonan untuk tolak bala wabah Covid-19. Warga berharap dengan pemasangan air warna-warni tersebut, wabah virus coron segera berlalu dan angka kematian menurun.
Tradisi pemasangan air warna-warni di depan rumah dan pohon sudah dilakukan warga sejak tahun 70an saat terjadi pagebluk atau wabah penyakit melanda. Air warna-warni di dominasi warga merah sama dengan warna darah.
Tolak Pagebluk, Warga Lumajang Pasang Boneka Kelapa di Tiap Rumah
Warga Desa Jotangan, Umbariwayati mengatakan, pemasangan air warna-warni ini sudah dilakukan warga desanya sejak dua pecan terakhir. “Air warna-warni itu dipasang di teras rumah dan pepohonon lingkungan sekitar,” katanya, Rabu (21/7/2021).
Dia menjelaskan, air warna-warni yang dipasang di depan rumah dan pohon menggunakan pewarna makanan. Caranya, air bersih yang telah diberi pewarna makanan dimasukan ke dalam plastik beraneka ukuran.
Curi Boneka Pocong Milik Polisi demi Konten Viral, 3 Pemuda di Madiun Ditangkap
“Jika penyakit datang ke rumah-rumah warga, penyakit tersebut meminum air warna merah mirip dengan minum darah manusia. Tradisi yang dilakukan warga ini karena saat ini warga yang terpapar Covid-19 masih terus meningkat, apalagi disusul dengan tingkat kematian warga,” katanya.
Wabah Covid 19 dianggap sebagai masa aratan (wabah), sehingga banyak yang terpapar dan menimbulkan kematian. Sehingga kemunculanya harus ditolak dengan usaha manusia.
Tradisi memasang air warna-warni itu telah turun temurun dilakukan warga sejak tahun 70an lalu di saat wabah penyakit melanda.
“Karena itu, warga desa buat tolak bala supaya selamanya ndak ada penyakit. Udah lama dari mbah-mbah dulu mengikuti tradisi sejak jama dahulu kata nenek saya sejak tahun 70 sudah ada,” kata Umbariwayati.
Warga lainnya, Soimah mengatakan, warna merah diibarakan darang sehingga penyakit meminum air warna merah tersebut.
“Darah merah dan petak diambil penyakit tersebut penyakitnya masuk ke air merah, ya itu saja dan selamatan supaya selamat. jaman lama namanya aratan. Penyakit araan itu ada orang meninggal tiap minggu saya suruh menyebar kacang hijau digoreng dan yang mati supaya tidak beruntun,” katanya.
Selain memasang air warna-warni, warga juga akan menggelar selamatan dengan membawa sejumlah makanan. Adapun makanan yang disuguhkan dalam selamatan nantinya adalah nasi karak, nasi kuning, klanting warna-warni, jajanan tradisional, dan polo pendem.
Sementara itu, data Satgas Covid 19 Kabupaten Mojokerto per 20 Juli 2021, ada 4.697 kasus positif Covid-19 dengan kasus kematian 124 orang.
Editor: Kastolani Marzuki