Tersangka Ambles Jalan Gubeng Akan Dijerat Lima Undang-Undang

Antara ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 16:37 WIB
Tersangka Ambles Jalan Gubeng Akan Dijerat Lima Undang-Undang
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Kota Surabaya. (Foto: iNews).

SURABAYA, iNews.id - Polda Jawa Timur (Jatim) akan menerapkan lima undang-undang untuk menjerat tersangka yang menyebabkan amblesnya Jalan Raya Gubeng Kota Surabaya pada Selasa (18/12/2018) malam.

"Kami akan mengombinasikan beberapa undang-undang untuk merumuskan kelalaian yang menyebabkan kerugian negara ini," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Kota Surabaya, Jumat (21/12/2018).

Lima undang-undang (UU) tersebut, antara lain, UU Jalan, KUHP, UU Jasa Konstruksi, UU Bangunan dan Gedung. Menurut dia, langkah ini diambil karena akses tersebut merupakan jalan negara.

"Di mana memang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu ada bangunan di situ, fasilitas negara, salah satunya adalah BNI dan salah satu toko, memang bukan fasilitas negara, tapi gedung itu," ujar dia.

Dia mengatakan, Polda Jatim segera menyerahkan laporan hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya pada Kamis (20/12/2018) kemarin ke sejumlah pihak terkait atas peristiwa amblesnya Jalan Raya Gubeng.

Di antaranya, PLN yang berkepentingan terhadap arus listrik dan fasilitas listrik, ada Balai Besar Jalan Negara yang berkepentingan dengan jalan di sana.

Sementara itu, Ketua Tim Investigasi Polda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti. Proses ini dilakukan untuk menentukan siapa tersangka atas peristiwa ini.

"Karena memang berkaitan dengan proses penanganan yang kita lakukan, walaupun dalam proses penyelidikan, kita sudah dapat menyimpulkan bahwa adanya perbuatan melawan hukum di sini," katanya.

Polda Jatim terus bekerja untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan. Sebelumnya, 34 saksi telah dimintai keterangan, yakni 29 di antaranya adalah para pekerja proyek, tim ahli dan masyarakat.

"Sampai hari ini belum ada penetapan tersangka. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti, masih terus dilakukan," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal