Tersandung Dugaan Pelecehan Seksual Dosen, Eks Rektor Unipar Jember masih Mengajar

Avirista Midaada ยท Senin, 21 Juni 2021 - 20:55:00 WIB
Tersandung Dugaan Pelecehan Seksual Dosen, Eks Rektor Unipar Jember masih Mengajar
Suasana di Universitas IKIP PGRI Argopuro (Foto: Istimewa/Instagram kemahasiswaan.unipar_jember)

JEMBER, iNews.id - Mantan rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember berinisial RS, yang telah mengundurkan diri dari jabatannya akibat tersangkut dugaan pelecehan seksual seorang dosen, masih aktif mengajar. RS aktif mengajar sebagai dosen di Pascasarjana Unipar Jember.

"Beliau mengajar di Pascasarjana mengampu materi kuliah media pembelajaran. Beliau hanya mengundurkan diri sebagai rektor, tapi masih dosen," ucap Kepala Biro III Unipar, Dr Ahmad Zaki Emyus, Senin (21/6/2021).

Zaki mengatakan, sejauh ini belum ada sanksi yang turun dari lembaga maupun yayasan yang membuat posisinya sebagai dosen diganti atau ditangguhkan.

"Yang bersangkutan masih dosen biasa. Terkait masalah sanksi dan sebagainya, saya  masih belum terima (informasi) dari Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Unipar Jember, apalagi sebagai seorang rektor. Yang jelas pengajuan pengunduran diri," katanya.

Namun, saat ini kondisi perkuliahan di Unipar memang sedang libur sesuai dengan jadwalnya.Pandemi Covid-19 membuat kegiatan perkuliahan dialihkan ke metode daring atau online.

"Untuk aktifnya (mengajar), beliau saat ini kan masih libur tidak ada perkuliahan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, RS, rektor Unipar Jember nonaktif tersangkut kasus dugaan pelecehan seksual dengan mencium salah seorang dosen saat mengikuti diklat PGRI di Tretes, Kabupaten Pasuruan. Imbas dari kasus tersebut, RS akhirnya mengundurkan diri sebagai rektor pada 17 Juni 2021 lalu.

Pihak kampus dan yayasan pun telah menerima aduan suami korban yang merasa keberatan atas dugaan ulah yang dilakukan RS kepada istrinya berinisial H, yang juga dosen di Unipar. Bahkan pihak kampus dan yayasan telah mempersilakan bila korban mengadukan hal tersebut ke kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

RS sebelumnya mengelak telah melakukan perbuatan itu kepada dosen Unipar, sebagaimana yang beredar dan telah diberitakan di sejumlah media. Menurutnya, ada indikasi kasus ini sengaja dipolitisasi untuk kepentingan pihak tertentu. Dia menegaskan belum sempat mencium dosen perempuan tersebut dan telah meminta maaf kepada dosen berinisial H.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: