Sidang Eksepsi, Hakim Nonaktif Itong Isnaini Minta Dakwaan Jaksa Dibatalkan

Lukman Hakim · Selasa, 28 Juni 2022 - 22:12:00 WIB
Sidang Eksepsi, Hakim Nonaktif Itong Isnaini Minta Dakwaan Jaksa Dibatalkan
Hakim Nonaktif Itong Isnaini Hidayat saat menjalani sidang pembacaan eksepsi, Selasa (28/6/2022). (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

SURABAYA, iNews.id - Terdakwa perkara dugaan suap, hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaini Hidayat meminta dakwaan jaksa dibatalkan. Alasannya, dakwaan tersebut kontradiktif dan melanggar kaidah hukum pidana tentang penyertaan.

Permintaan itu disampaikan Itong saat membacakan eksepsi (keberatan) atas dakwaan jaksa disampaikan oleh kuasa hukumnya, Mulyadi dalam sidang eksepsi, Selasa (28/6/2022). Dia juga melampirkan berbagai alasan mengapa dakwaan tersebut harus dibatalkan. 

Itong mengatakan, dalam dakwaan, dirinya didakwa melakukan tindak pidana bersama-sama atau penyertaan. Namun, dalam realitasnya terdakwa justru menjalani dakwaan sebagai terdakwa tunggal. "Penyusunan dan perumusan surat dakwaan tentang tindak pidana bersama-sama, tetapi terdakwanya tunggal," kata Mulyadi dalam persidangan di PN Tipikor, Surabaya. 

Dia menambahkan, dalam perkara ini jaksa telah melakukan splitsing atau pemisahan berkas dakwaan yang tidak sesuai dengan pasal 142 KUHAP. Demikian pula dengan uraian surat dakwaan bahwa Terdakwa melanggar Pasal 12 huruf c UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP, yaitu bersama-sama dengan terdakwa Mohammad Hamdan dalam kapasitas sebagai Panitera Pengganti. 

Padahal, sepanjang delik utamanya Pasal 12 huruf c 8 UU Tipikor, maka pelaku dan penyertanya semuanya haruslah hakim atau para hakim. Maka, kata dia, dalam perkara ini terjadi kesalahan penerapan pasal atau ketentuan yang dilanggar dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: