Seratusan Warga Babat Lamongan Diduga Keracunan Makanan, 15 Masih Dirawat

Abdul Wakhid ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 18:01 WIB
Seratusan Warga Babat Lamongan Diduga Keracunan Makanan, 15 Masih Dirawat
Sejumlah warga yang keracunan makanan masih dirawat di Puskesmas Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (6/8/2020). (Foto: iNews/Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNews.id - Seratusan orang warga Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), keracunan makanan usai menyantap hidangan di acara hajatan warga setempat, Senin (3/8/2020) lalu. Sedikitnya 15 orang warga hingga kini masih dirawat di Pukesmas Babat.

Informasi dari petugas puskesmas, belasan warga yang masih dirawat ini umumnya mengalami gejala mual-mual dan pusing. Lantaran tak kunjung membaik, warga yang diduga keracunan makanan dilarikan ke Puskesmas Babat, Kamis pagi (6/8/2020).

“Setelah makan di acara hajatan tetangga, perut rasanya mual dan kepala pusing,” kata Rudi, salah seorang warga yang sudah dua hari menjalani perawatan di Puskesmas Babat.

Menurut Sekretaris Kelurahan Babat, Deni Yudho Utomo, jumlah warga yang mengalami gejala keracunan lebih dari 100 orang. Namun, warga setempat sempat enggan ke puskemas dan bertahan menjalani pengobatan di rumah.

“Sebanyak 15 orang masih menjalani perawatan, yang lain ada yang langsung pulang dan ada yang ke tempat pengobatan lain. Kenapa baru Kamis ke puskesmas? Soalnya warga takut ke rumah sakit karena pandemi corona,” kata Deni.

Kepala Puskesmas Babat Sri Murni membenarkan jika saat ini ada 15 pasien yang masih terbaring lemas di Puskesmas Babat karena keracunan makanan. Sebanyak 10 di antaranya berusia dewasa dan lima lagi anak-anak.

"Kini kondisinya sudah membaik. Pasien ini datang dengan keluhan muntah, mual-mual, pusing, dan mencret usai menyantap soto dan es mentimun,” katanya.

Untuk mengetahui penyebab pasti gejala keracunan yang dialami warga Kelurahan Babat ini, pihak puskesmas sudah mengirim sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi warga ke laboratorium. Hasilnya baru akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.

Dia menembahkan, para warga korban keracunan saat ini masih akan dirawat hingga pulih. Mereka baru akan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kondisinya benar-benar membaik.


Editor : Maria Christina