Sepak Terjang AKBP Teuku Arsya, Tembak Pelaku Bom Sarinah hingga Kasus Helena Lim

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 10 Juni 2021 - 19:14:00 WIB
Sepak Terjang AKBP Teuku Arsya, Tembak Pelaku Bom Sarinah hingga Kasus Helena Lim
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi (foto: iNews/Miftahul Ghani)

JAKARTA, iNews.id – Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teuku Arsya Khadafi dipromosikan sebagai Kapolres Probolinggo, Jawa Timur, dari sebelumnya Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat. 

Secara pangkat, dia tetap AKBP. Namun menjadi promosi karena memegang tongkat komando kewilayahan. 

Penunjukan Arsya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Nomor: ST/1129/VI/KEP./2021 tertanggal 1 Juni 2021 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan serta Pengukuhan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.

Berdasarkan mutasi tersebut, Arsya akan menggantikan AKBP Ferdy Irawan yang dimutasi sebagai Wakapolresta Bogor. Ferdy mengisi tempat yang semula diisi AKBP M Arsal Sabhan.

Teuku Arsya Khadafi berpengalaman di bidang reserse. Sebelum bertugas di Polrestro Jakarta Pusat, dia menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Sejumlah kasus pernah ditanganinya. Salah satu yang cukup menghebohkan yakni kasus ledakan bom yang mengguncang gerai kopi seberang pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat. Pagi yang tenang pun berubah menjadi jerit ketakutan.

Belum selesai kekagetan, ledakan keras kembali terjadi. Kali ini menghancurkan pos polisi, Jalan MH Thamrin. Bangunan kecil itu porak poranda.

AKBP Teuku Arsya Khadafi saat terlibat penyerbuan terduga teroris usai bom Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (Foto: dok. Okezone/Ist).
AKBP Teuku Arsya Khadafi saat terlibat penyerbuan terduga teroris usai bom Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (Foto: dok. Okezone/Ist).

Tak berselang lama, baku tembak terjadi. Sejumlah polisi berupaya melumpuhkan pelaku bom. Peristiwa itu terjadi pada 14 Januari 2016 silam. 

Teror itu dikenal dengan serangan Bom Sarinah. Baku tembak terjadi saat sejumlah anggota Polda Metro Jaya mengepung terduga teroris yang bersembunyi di gerai kopi. 

Belakangan pelaku terorisme itu diidentifikasi sebagai Afif dan M Ali. Mereka tewas akibat ledakan bom yang mereka bawa ditambah peluru tajam dari serbuan polisi.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2