Ruth Stefanie Penuhi Panggilan Polda Jatim sebagai Saksi Kasus Pembobolan Kartu Kredit

Rahmat Ilyasan ยท Kamis, 05 Maret 2020 - 15:10 WIB
Ruth Stefanie Penuhi Panggilan Polda Jatim sebagai Saksi Kasus Pembobolan Kartu Kredit
Selebgram Ruth Stefanie memenuhi panggilan Polda Jatim untuk diperiksa sebagai saksi kasus pembobolan kartu kredit. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id - Setelah Awkarin, giliran selebgram Ruth Stephanie memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim), Kamis (5/3/2020). Dia dipanggil sebagai saksi kasus carding (pembobolan kartu kredit) berkedok travel perjalanan dengan nama “tiketkekinian”.

Ruth mengaku hanya membantu mempromosikan tiketkekinian. Bayaran yang diterima berupa voucher hotel dan tiket.

“Tidak ada bayaran uang atau fee. Saya dapat voucher hotel semalam di Malaysia senilai satu jutaan dan itu sudah lama sekali,” katanya.

Dia mengaku diminta mempromosikan Tiketkekinian sejak tahun 2018. Dia juga tidak mengetahui jika Tiketkekinian merupakan bagian dari kejahatan pembobolan kartu kredit.

“Mempromosikan Tiketkekinian itu hanya sekali saja di tahun 2018, setelah itu tidak ada lagi,” katanya.

Akibat kasus ini, Ruth juga merasa dirugikan terutama hal waktu. Dia mengaku secara khusus harus terbang dari Jakarta ke Surabaya untuk menjadi saksi dalam kasus ini, padahal dia tengah sibuk dengan kegiatannya.

Diketahui, Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar kasus carding (pembobolan kartu kredit) berkedok travel perjalanan dengan nama “tiketkekinian”. Modusnya, tersangka membobol kartu kredit (Carding) milik orang lain di dalam maupun luar negeri.

Uang hasil carding inilah yang dipakai untuk menjalankan bisnis travel perjalanan promo dan mengendorse figur publik.

Dari kasus ini, polisi sudah menetapkan empat tersangka. Sementara artis dan selebgram yang menjadi endorser bisnis travel dengan modus carding (membobol kartu kredit) berjumlah enam orang. Selain Gisel dan Tyas Mirasih, empat artis lain yakni Jessika Iskandar (JI), Boy William (BW), Ruth Stefanie (RS) dan Awkarin.


Editor : Umaya Khusniah