Romantisme Bung Tomo, Taklukkan Gadis Cantik Sulistina di Masa Pertempuran 

Avirista Midaada · Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:23:00 WIB
Romantisme Bung Tomo, Taklukkan Gadis Cantik Sulistina di Masa Pertempuran 
Dibalik sikapnya yang tegas dan keras, Bung Tomo ternyata pribadi yang romantis. (Foto: kemendikbud)

SURABAYA, iNews.id - Pejuang 10 November, Bung Tomo ternyata pribadi yang romantis. Pengobar semangat Arek-Arek Suroboyo saat melawan penjajah itu bahkan sukses menaklukkan hati seorang gadis cantik dengan sisi romantisnya. 

Nama gadis yang jatuh ke pelukan Bung Tomo tersebut yakni Sulistina, seorang aktivis sosial. Kisah percintaan Bung Tomo dan Sulitina itu tertulis dalam buku "Bung Tomo Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November" karya Abdul Waid.

Awal mula Bung Tomo mengenal perempuan cantik tersebut di masa- masa pergolakan revolusi Indonesia. Pertemuan keduanya terjadi di Kota Surabaya. Kebetulan Bung Tomo dan Sulistina sama-sama aktivis yang bergerak untuk menegakkan kepentingan dan kesejahteraan orang banyak. 

Namun yang membedakan adalah pergerakannya, Bung Tomo lebih mengarah kepada perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Sedangkan Sulistina lebih mengarah pada kepentingan sosial. Saat itu Sulistina memiliki kesibukan sebagai anggota Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Malang. 

Suatu hari Sulistina diberi tugas oleh kantornya ke Kota Surabaya. Di sanalah Sulistina pertama kali bertemu dengan Bung Tomo. Padahal sebelumnya Sulistina tidak banyak mendengar tentang sosok Bung Tomo.

Sejak mengenal Bung Tomo, Sulistina memanggilnya dengan sebutan Mas Tomo, Sulistina bisa membaca karakter Bung Tomo sebenarnya cukup keras, apalagi dalam menentang penjajah. Sikapnya tegas, lugas, keras, sangat tercermin dalam gaya kesehariannya.

Namun di balik sosok Bung Tomo yang keras, Sulistina justru menemukan sisi romantisme dalam diri Bung Tomo, yang barangkali tidak banyak dirasakan oleh orang lain. Sisi romantisme itu mulai dirasakan ketika Bung Tomo berani mengutarakan perasaan cintanya kepada Sulistina.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: