Ribuan Santri dan Warga Iringi Pemakaman Gus Im di Ponpes Denanyar Jombang

Mukhtar Bagus ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 23:30 WIB
Ribuan Santri dan Warga Iringi Pemakaman Gus Im di Ponpes Denanyar Jombang
Jenazah KH Hasyim Wahid atau yang akrab disapa Gus Im disalatkan di masjid Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kota Jombang, Jatim, Sabtu (1/8/2020) malam. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id – Jenazah KH Hasyim Wahid atau yang akrab disapa Gus Im dimakamkan di area makam keluarga di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kota Jombang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (1/8/2020) malam. Tampak hadir dalam pemakaman jenazah adik kandung Gus Dur ini, yaitu Yeni Wahid, Lily Wahid, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Ratusan warga dan santri sebelumnya memberikan penghormatan terakhir kepada KH Hasyim Wahid saat disemayamkan di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, setelah tiba dari Jakarta.

Setelah seluruh keluarga berkumpul, jenazah Gus Im dibawa ke masjid pesantren untuk disalatkan bersama oleh ribuan petakziah dan santri. Usai salat dan didoakan, jenazah Gus Im kemudian dimakamkan di kompleks makam keluarga yang terletak di samping masjid pesantren.

Pemakaman KH Hasyim Wahid atau yang akrab disapa Gus Im di area makam keluarga di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kota Jombang, Jatim, Sabtu (1/8/2020) malam. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)
Pemakaman KH Hasyim Wahid atau yang akrab disapa Gus Im di area makam keluarga di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kota Jombang, Jatim, Sabtu (1/8/2020) malam. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)



Gus Im merupakan adik bungsu Gus Dur, presiden RI ke-4. Semasa hidup, Gus Im pernah berpesan agar setelah meninggal dunia tidak dimakamkan di Tebuireng seperti Gus Dur dan Gus Sholah. Dia meminta dimakamkan di samping makam ibunya Nyai Hajah Solikhah dan kakeknya KH Bisri Syansuri di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan, kepergian Gus Im tentu saja membuat seluruh keluarga besar keturunan KH Hasyim Asyari dan KH Bisri Syansuri bersedih. Apalagi di tahun 2020 ini, lima orang cucu KH Hasyim Asyari meninggal berturut-turut, mulai dari Gus Sholah, Gus Zaki, hingga yang kelima adalah Gus Im.

“Ini satu kehilangan yang besar. Kita dalam tahun 2020, kita lima orang anggota keluarga wafat, mulai dari Gus Sholah wafat di bulan Februari, kemudian berturut-turut itu, Abdul Wakhid, kemudian Gus Zaki, Gus Thoriq, dan terakhir Gus Im. Mudah-mudahan beliau-beliau berkumpul di tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT,” kata KH Abdul Hakim Mahfudz.

Diketahui, Gus Im wafat Sabtu (1/8/2020), menjelang subuh. Putra KH Wahid Hasyim itu meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mayapada Jakarta.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH Hasyim Wahid. Ungkapan Khofifah ini diunggah di akun Instagramnya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saya mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khotimah. Seluruh amal ibadah diterima Allah SWT, diberi kelapangan kubur, dan dimasukkan ke dalam surgaNya,” tulisnya.

Khofifah juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kelapangan dan ketabahan hati atas cobaan ini.


Editor : Maria Christina