get app
inews
Aa Text
Read Next : 58 Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi, Sisa 5 Jenazah

Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Tuai Polemik, Cak Imin: yang Protes Apa Solusi Anda?

Selasa, 14 Oktober 2025 - 23:03:00 WIB
Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Tuai Polemik, Cak Imin: yang Protes Apa Solusi Anda?
Renovasi Ponpes Al Khoziny yang ambruk direncanakan menggunakan dana APBN. (Foto: Dok.iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti pihak yang memprotes rencana pembangunan ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Cak Imin menegaskan, renovasi ponpes tersebut layak dibantu APBN. 

“Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya kalau jumlah santrinya 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja? Kepada teman-teman yang memprotes menggunakan APBN, apa solusi Anda? Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi Anda? Dengan 1.900 santri yang sedang belajar," kata Cak Imin, Selasa (14/10/2025).

Dia meminta seluruh pihak untuk melihat nasib 1.900 santri di Ponpes Al Khoziny. Dia mengaku heran kritik diberikan terhadap upaya pemerintah melindungi para santri yang sedang belajar.

"Jadi tolong dibuka mata bahwa yang kita tolong adalah anak-anak negeri yang sedang belajar sehingga saya sangat tidak habis pikir yang dikritik kok upaya pemerintah yang sedang melindungi anak yang sedang belajar dan tidak ada tempat belajar,” ujar dia. 

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut seluruh jenazah korban ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, telah ditemukan. Total ada 61 jenazah utuh dan 7 body part yang ditemukan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut