Positif Covid-19, Bakal Calon Wali Kota Surabaya Ini Siap Donorkan Plasma Darah

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 12 September 2020 - 11:01 WIB
Positif Covid-19, Bakal Calon Wali Kota Surabaya Ini Siap Donorkan Plasma Darah
Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (tengah) saat pendafataran di KPU Surabaya, 6 Septermber lalu.(istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Bakal Calon Wali Kota, Surabaya Machfud Arifin, siap mendonorkan plasma konvalesen saat sembuh nanti. Saat ini, mantan kapolda Jatim tersebut masih menjalani isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kondisi saya sangat sehat dan prima. Bahkan, saya siap untuk mendonorkan (plasma konvalesen) untuk pasien Covid-19 yang belum sembuh,” katanya, Sabtu (12/9/2020).

Machfud mengatakan, sejauh ini dia sudah melakukan beberapa kali tes swab dan didapatkan hasil dua kali positif dan sekali negatif. Machfud mengaku masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

Machfud bercerita, dirinya dinyatakan positif Covid-19 pada 26 Agustus 2020 dengan tanda-tanda suara parau. Kemudian dia melakukan tes swab kembali pada 29 Agustus dan masih dinyatakan positif.

Hingga akhirnya dia melakukan tes swab ketiga pada 5 September 2020 atau sehari sebelum dirinya mendaftar ke kantor KPU Surabaya. Hasilnya saat itu dinyatakan negatif.

Machfud kemudian melakukan tes swab kembali di RSUD dr Soetomo Surabaya sebagai bagian dari tahapan pencalonan. Hasilnya ternyata positif Covid-19 lagi. Karena itulah dia melakukan isolasi mandiri lagi dan tidak melanjutkan tes kesehatan pada 8-9 September 2020.

“Alhamdulillah, saya sekarang dalam kondisi sangat prima. Saya berolah raga, baik itu pingpong, lari-lari, minum vitamin. Kalau kita sakit apa, ya minum obat sesuai penyakitnya. Saya sudah sehat sekarang,” katanya.

Diketahui, balon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyampaikan kepada publik bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19. Pengakuan Machfud tersebut disampaikan melalui konferensi pers secara virtual, diikuti Bakal Calon Wakil Wali Kota Mujiaman, tim dokter dan tim pemenangan.


Editor : Ihya Ulumuddin