Polres Bangkalan Tangkap Pembunuh Pemuda di Bangkalan, Polisi: Motif Asmara

Okezone.com, Syaiful Islam ยท Sabtu, 26 Oktober 2019 - 18:40 WIB
Polres Bangkalan Tangkap Pembunuh Pemuda di Bangkalan, Polisi: Motif Asmara
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Polres Bangkalan, Jawa Timur berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang pemuda di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jatim. Motif pembunuhan dilatarbelakangi masalah asmara.

Sahri (32) warga Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan ditangkap polisi lantaran membunuh Rohmat (30) yang masih tetangga satu desa dengannya. Dari tangan tersangka, polisi menyita senjata tajam jenis celurit yang dipakai untuk membunuh korban.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, pelaku sakit hati terhadap tersangka. “Menurut pelaku, istrinya berselingkuh dengan korban,” kata Rama, di Bangkalan Jumat (25/10/2019).

Rama mengatakan, persoalan ini terjadi dua tahun yang lalu. Saat itu sudah dimediasi dan tidak sampai terjadi penganiayaan sebab korban pergi keluar kota.

Kemudian korban kembali ke kampung. Keduanya bertemu di TKP dan terlibat perkelahian hingga salah satunya terbunuh. Korban mengalami luka robek bagian kepala, pipi kiri, punggung, perut dan lengan.

Usai kejadian, polisi melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi yang hasilnya mengarah pada tersangka.

"Tersangka ditangkap di rumahnya, Kamis (24/10/2019) sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Rama.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor, satu buah celurit, sandal serta kopyah.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP subs pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Seperti diberitakan, warga Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jatim, Kamis (24/10/2019) gempar. Mereka menemukan seorang pemuda yang tewas dengan luka bacok pada tubuhnya.

Diketahui korban bernama Rohmad (30) warga Dusun Dumargah, Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Madura.


Editor : Umaya Khusniah