Polemik Stadion GBT Bau, Bonek: Ngapain Pemkot Marah, Emang Bau Kok

Ihya' Ulumuddin · Minggu, 03 November 2019 - 16:02 WIB
Polemik Stadion GBT Bau, Bonek: Ngapain Pemkot Marah, Emang Bau Kok
Stadion GBT Surabaya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 2020. (Foto: iNews.id)

SURABAYA, iNews.id - Reaksi Pemkot Surabaya atas pernyataan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tentang aroma sampah di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menuai komentar miring masyarakat.

Sebab, faktanya selama ini Stadion GBT memang bau sampah, karena posisinya berada di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

"Ngapain Pemkot Surabaya marah soal aroma sampah di GBT. Lha wong emang bau (sampah) kok! Waktu nonton Persebaya lawan PSS Sleman (Selasa, 29/10/2019) bau sampah juga terasa," kata Yusuf, Bonek Surabaya, Minggu (3/11/2019).

"Tidak hanya sekali, beberapa kali saya nonton Persebaya, sebelum masuk stadion (bau sampah) sudah tercium," kata Bonek asli Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya itu.

Yusuf menegaskan, dirinya tidak dalam posisi membela Khofifah. Tapi sebagai Arek Suroboyo dan fans berat Persebaya hanya mengharapkan keseriusan Pemkot Surabaya untuk mengatasi hal tersebut.

"Enggak hanya bau, infrastruktur menuju stadion juga masih kurang bagus, apalagi lahan parkirnya yang masih semerawut," ungkap Ketua NU Care-Lazisnu Surabaya tersebut.

Diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyiapkan sedikitnya empat stadion sebagai opsi GBT untuk calon venue Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan.

Langkah ini untuk mengantisipasi jika sampai GBT tidak terpilih, lantaran saat Khofifah berkunjung ke stadion tersebut masih tercium aroma sampah. Padahal semangat Khofifah, Jatim harus menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20.

"Maka dari awal saya menyampaikan opsi. Ini kan diajukan 10 titik, salah satunya GBT, tetapi saya sudah ke GBT kalau sore kena angin itu suka aroma sampah," ujarnya.

"Engko nek pas (nanti kalau) FIFA visit (berkunjung) ke sana, terus pas anginnya itu masuk, ini aroma apa, gitu," kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Namun pernyataan Khofifah justru membuat pihak Pemkot Surabaya meradang. Bantahan di antaranya dilontarkan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara dan Kepala Bappeko, Eri Cahyadi.

"Sebenarnya memang aroma sampah di sana, saat tumpukan sampah ini di balik untuk mengeluarkan gas metannya. Tapi saat ada pertandingan ya dipastikan berhentilah pengolahan sampah di lokasi tersebut," kata Eri.


Editor : Kastolani Marzuki