Polda Jatim Ungkap Modus Komplotan Pembobol Rumah, Lampu Teras Menyala Jadi Target Pelaku
SURABAYA, iNews.id – Komplotan pembobol rumah lintas provinsi yang ditangkap Polda Jawa Timur (Jatim) ternyata memiliki cara khusus dalam menentukan target. Mereka menyasar rumah kosong dengan ciri-ciri tertentu untuk mempermudah aksi pencurian.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, AKBP Umar mengungkapkan bahwa para pelaku mengincar rumah yang ditinggal pemiliknya.
Target dipilih berdasarkan tanda-tanda seperti lampu teras yang tetap menyala pada siang hari serta gembok yang terpasang di bagian luar pagar. Ciri tersebut menjadi indikator bagi pelaku bahwa rumah dalam keadaan kosong.
"Semuanya memiliki modus yang sama. Jadi para tersangka ini memili antara siang hingga sore hari untuk melakukan aksinya," ujar AKBP Umar dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Dalam menjalankan aksinya, komplotan yang berjumlah lima orang ini menggunakan mobil sewaan agar tidak mudah dilacak. Empat pelaku berinisial DJ, SWD, MS, dan GTP telah ditangkap, sementara satu pelaku lain berinisial HEN masih buron.
Polisi menyebut komplotan ini telah beraksi di 13 lokasi di berbagai daerah, termasuk Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Madiun, Nganjuk, Malang, Ngawi, hingga wilayah Jawa Tengah seperti Sragen dan Solo.
Dalam pengungkapan kasus ini, petugas menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan, di antaranya emas seberat 185 gram, jam tangan mewah, televisi, mikroskop, serta kendaraan yang digunakan pelaku.
Aksi terakhir komplotan terjadi pada April 2026 di Porong, Sidoarjo. Dari lokasi tersebut, pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, serta memastikan keamanan lingkungan guna mencegah tindak kejahatan serupa.
Keempat pelaku kini dijerat pasal pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. Sementara itu, pengejaran terhadap satu pelaku lain masih terus dilakukan.
Editor: Kurnia Illahi