Polda Jatim Tindak 2.000 Pelanggar Larangan Berkerumun di Tengah Wabah Corona

Ihya Ulumuddin, Rahmat Ilyasan ยท Senin, 30 Maret 2020 - 01:00 WIB
Polda Jatim Tindak 2.000 Pelanggar Larangan Berkerumun di Tengah Wabah Corona
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki

SURABAYA, iNews.id - Polda Jawa Timur telah menindak tegas 2.000 lebih pelanggar aturan larangan orang berkerumun. Ribuan pelanggar yang terdiri atas pedagang, pelaku usaha dan pengunjung ini merupakan pihak yang membandel atau tidak mengindahkan imbauan maupun aturan pemerintan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, hingga saat ini polres jajaran di Jawa Timur telah merazia dan membubarkan paksa kerumunan orang yang tersebar di 13.000 lokasi.

“Dari jumlah 13.000 ini, polres jajaran telah menindak tegas 2.000 lebih pelanggar aturan larangan orang berkerumun,” katanya, Minggu (29/3/2020).

Menurut Kapolda, ribuan pelanggar itu ditindak dengan cara menandatangi surat tidak mengulangi perbuatan. “Apabila tetap membandel, pelanggar akan dikenakan ancaman hukuman penjara selama 1 tahun,” katanya.

Sebelumnya, Polda Jawa Timur bersama Polres jajaran di 38 kabupaten/kota mengamankan 887 orang dalam razia pencegahan virus korona (Covid-19). Ratusan orang tersebut diamankan lantaran enggan membubarkan diri saat berkumpul (berkerumun)  di sejumlah tempat keramaian dan cafe.  

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ratusan warga tersebut diamankan di berbagai tempat. Namun,  yang paling banyak adalah warung kopi, kafe dan tempat hiburan.

"Mereka (887 orang)  yang sekali lagi masih melakukan kegiatan kegiatan di luar daripada kegiatan non produktif dan diantaranya ada juga beberapa kedai kopi ataupun restoran yang sifatnya bernama juga kita amankan," kata Trunoyudo, Jumat (27/3/2020)

Trunoyudo menjelaskan, penindakan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan misi kemanusiaan untuk menekan penyebaran virus corona yang merebak dengan pesat. "Sesuai imbauan pemerintah, untuk mencegah penyebaran virus korona, masyarakat, sebisa mungkin tidak keluar rumah,  kecuali memang ada yang mendesak," katanya. 

Selain mengamankan para pengunjung, polisi juga mengamankan pengelola untuk memberikan keterangan masih memperbolehkan masyarakat datang padahal sudah ada himbauan melakukan physical distancing.


Editor : Kastolani Marzuki