Polda Jatim Buru Pelaku Fetish Kain Jarik Mahasiswa Unair ke Kalimantan

Rahmat Ilyasan ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 12:03 WIB
Polda Jatim Buru Pelaku Fetish Kain Jarik Mahasiswa Unair ke Kalimantan
salah seorang korban menunjukkan foto dan bukti chat terduga pelaku fetish kain jarik. (Foto: iNews.id/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan polda di Kalimantan untuk memburu terduga pelaku fetish kain jarik, Gilang Aprilian Nugraha Pratama. Upaya ini dilakukan karena mantan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) tersebut berada di pulau tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, sejak kasus fetish kain jarik mencuat, terduga pelaku belum bisa dimintai keterangan. Pasalnya, yang bersangkutan tidak berada di Surabaya dan sulit dihubungi.

“Sesuai informasi dari Unair, yang bersangkutan ada di Kalimantan. Karena itu, kami koordinasi dengan polda setempat. Saat ini sedang berjalan,” ujarnya, Jumat (7/8/2020).

Trunoyudo mengatakan, sejuah ini, penyidik baru memeriksa tiga orang korban (pelapor), delapan orang saksi dan keterangan dari Unair. “Karena itu, kami berharap keterangan terduga pelaku, sehingga kasus ini menjadi obyektif,” katanya.

Trunoyudo mengatakan, seluruh keterangan saksi dan terduga pelaku, akan menjadi dasar bagi polisi untuk melangkah. “Yang mendasar dalam proses hukum ini kan alat bukti, tentunya yang mengarah pada terduga pelaku. Karena itu, keterangan mereka ini penting sekali,” ujarnya.

Diketahui, fetish kain jarik mahasiswa Unair terbongkar setelah salah seorang korban mengunggah curhatan di media sosial, lengkap dengan foto dan video. Unggahan tersebut ramai mendapat respon, terutama para mahasiswa yang pernah menjadi korban.

Atas kasus ini, Unair juga sudah memberikan sanksi berupa pemberhentian atau drop out sebagai mahasiswa. Tak hanya itu, polisi juga turun tangan untuk mengetahui unsur pidana dalam kasus itu. Kemarin misalnya, penyidik Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya menggeledah rumah kos terduga pelaku di Surabaya.


Editor : Ihya Ulumuddin