PGRI Minta Polisi Serius Tangani Kasus Penganiayaan Guru di Sampang

Ihya' Ulumuddin ยท Jumat, 02 Februari 2018 - 14:47 WIB
PGRI Minta Polisi Serius Tangani Kasus Penganiayaan Guru di Sampang
Jenazah Ahmad Budi Cahyono, guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura, yang tewas setelah dianiaya muridnya. (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SAMPANG, iNews.id – Kasus penganiayaan guru ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Bagi mereka, kasus ini bukan hanya tragedi,  tetapi juga aib bagi dunia pendidikan. Karena itu semua pihak harus respek atas persoalan ini.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur, Ichwan Sumadi meminta agar kasus yang menimpa Ahmad Budi Cahyono, Guru SMAN 1Torjun, Kabupaten Sampang, Madura terus dikawal pihak kepolisian.

 Meski status tersangka MH, sekaligus murid dari korban di bawah umur, namun perbuatannya sudah keterlaluan. Terlebih berdasarkan laporan yang diterima, perilaku MH selama ini dikenal kurang baik. “Ini perlu ditindak tegas. Ketika ada seorang guru mencubit muridnya saja ditindak, apalagi persoalan seperti ini,” katanya.

Dikatakan Ichwan, selain memeriksa tersangka, perlu juga ditelusuri cara orang tua MH mendidik anaknya. Sebab, kondisi psikologis anak juga dipengaruhi dari faktor keluarga. Ichwan juga berpesan kepada seluruh guru yang tergabung dalam PGRI Jawa Timur untuk saling menguatkan.”Jangan bertindak sendiri. Dan tetap mengajar seperti biasa saja,” ujarnya.


Sementara itu, satreskrim Polres Sampang akhirnya mengamankan MH, siswa, pelaku penganiayaan terhadap guru kesenian SMAN 1 Torjun Sampang. Siswa kelas XI ini diringkus polisi sekitar pukul 00.30 WIB saat sedang beristirahat di rumah. “Penangkapan dilakukan di rumahnya di Dusun Brekas, Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Sampang, tengah malam tadi.  Tak ada perlawanan dari keluarga,” ujar Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Jumat (2/2/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan guru kesenian bernama Budi Cahyono oleh muridnya berinisial MH ini terjadi, Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu Budi tengah mengajar materi lukis di kelas XI. Namun bukannya mengerjakan,  MH malah menganggu teman-temannya. Aksi tak terpuji ini ditegur oleh Budi. Namun bukannya berhenti,  MH malah mencoret-coret lukisan karya temannya. Kondisi ini memaksa Budi turun memberi tindakan.  Dia mencoret pipi MH dengan kuas.

Tetapi,  MH justru marah. Dia langsung berdiri dan memukul Budi dan mengenai pelipis wajahnya. Pelaku juga disebut mencegat sang guru setelah pulang sekolah dan memukul korban. Berdasarkan olah data tim intelijen Polsek Torjun, pemukulan sepulang sekolah itu dilakukan MH di Jalan Raya Jrengik, Sampang.

Sesampainya di rumah, korban langsung pingsan, sehingga dirujuk ke RS dr Soetomo di Surabaya. Namun, nyawa sang guru tidak terselamatkan, dan ia meninggal di Rumah Sakit. Menurut hasil diagnosa dokter, korban mengalami mati batang otak (MBO), dan semua organ dalam tubuhnya sudah tak berfungsi.

“Dia meninggal dunia di RS dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 22.00 WIB, dan dua jam dari meninggalnya guru Budi itu, tersangka kami tangkap di rumahnya,” imbuh Kasat Reskrim Polres Sampang, Hery Kuswanto.


Editor : Himas Puspito Putra