Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite
Di sisi lain, para pengguna Pertamax mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Mereka menilai kenaikan hampir Rp4.000 per liter sangat membebani pengeluaran, terutama di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.
Sejumlah pengendara mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka. Sebagian tetap memilih menggunakan Pertamax karena khawatir performa mesin kendaraan menurun jika beralih ke BBM dengan nilai oktan yang lebih rendah.
Salah seorang warga, Rudi, mengaku kenaikan harga Pertamax membuat biaya transportasi hariannya meningkat cukup signifikan. "Cukup menguras kantong. Cukup kaget," kata Rudi.
Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan harga BBM agar beban masyarakat tidak semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Editor: Kurnia Illahi