Persentase Kematian Pasien Covid-19 di Blitar Lampaui Jatim, Ini Penyebabnya 

Solichan Arif · Kamis, 08 April 2021 - 15:09:00 WIB
Persentase Kematian Pasien Covid-19 di Blitar Lampaui Jatim, Ini Penyebabnya 
Ilustrasi kasus kematian Covid-19

BLITAR, iNews.id - Persentase kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 9,7 persen. Persentase ini jauh melebihi persenstase kematian Covid-19 di tingkat provinsi yang hanya sekitar 7 persen. 

Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar, Endah Woro Utami mengatakan, tingginya kasus kematian disebabkan lemahnya sistem rujukan pasien ke rumah sakit. Dia menyebut, pasien yang diuruk ke RSUD Ngudi Waluyo kondisinya sudah parah. 

"Karenannya sistem rujukan kita tata," katanya, Kamis (8/4/2021). 

Woro mengatakan, kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Blitar terus bertambah. Secara akumulatif hingga 7 April 2021, jumlah kasus kematian di Kabupaten Blitar mencapai 443 kasus. Sementara total jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 4.936 kasus. Persentase kematian tersebut, kata Woro sekitar 9,7 persen. 

"Di Jatim tujuh koma. Kalau Kabupaten Blitar 9,6 persen sampai 9,7 persen, termasuk memprihatinkan," katanya. 

Atas fakta ini, pihaknya pun menggelar rapat koordinasi sekaligus evaluasi dengan seluruh rumah sakit di Blitar. Hasilnya, keterlambatan merujuk pasien ke rumah sakit diketahui sebagai salah satu faktor penyebab. 

"80 persen pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke RS Ngudi Waluyo, kondisinya sudah parah. Rata-rata paru-paru pasien sudah dalam keadaan rusak dan sulit dipulihkan. Akibatnya, banyak pasien yang tidak tertolong," katanya. 

Woro juga menyebut, RSUD Ngudi Waluyo merupakan rumah sakit rujukan di Kabupaten Blitar yang merawat pasien Covid-19 terbanyak.  "80 persen saat dirujuk kondisinya sudah berat, 20 persen sedang. Kalaupun bisa sembuh perawatannya lama dan paru-paru rusak," ujarnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2