Pengusaha yang Nyaris Tipu Ashanty Pernah Menipu PMI Jember, Ini Kronologinya

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 18 Juli 2020 - 18:58 WIB
Pengusaha yang Nyaris Tipu Ashanty Pernah Menipu PMI Jember, Ini Kronologinya
Suasana saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada PMI Jember, Desember 2019 lalu. (Foto: PMI Jember)

JEMBER, iNews.id – Pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty nyaris menjadi korban penipuan pasangan pengusaha yang mengaku hendak membeli rumahnya sebesar Rp365 miliar. Ternyata, orang yang sama pernah juga menipu Palang Merah Indonesia (PMI) Jember. Hingga saat ini, janji donasi sebesar Rp16 miliar dari pengusaha tersebut tak juga terealisasi.

Humas PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi mengatakan, kejadian tersebut bermula pada pertengahan Oktober 2019 silam. Saat itu, pasangan pengusaha asal Jember berinisial HW dan RH berkunjung ke PMI Jember.

“Mereka datang berdua ke PMI Jember, mengutarakan keinginannya menyumbang Rp16 miliar untuk membantu pembangunan klinik dan rumah sakit darurat. Setelah itu, dia kontak kepada kami akan menyampaikan sumbangan itu secara simbolis di acara Dialog Nasional pada Desember," katanya saat dihubungi iNews.id, Sabtu (18/7/2020).

Ghufron mengatakan, niat donatur menyumbang PMI Jember bermula saat keduanya mendengar langsung tentang terobosan-terobosan yang dilakukan PMI Kabupaten Jember dari Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo. "Dari situ dia mengaku tertarik untuk membantu," katanya.

Sejak saat itu, komunikasi berlanjut intensif melalui sambungan telepon maupun WhatsApp, antara ketua PMI Jember dengan donatur, hingga acara Dialog Nasional pada Desember 2019. "Di acara dialog nasional itu, sumbangan secara simbolis disampaikan. Acara ini disaksikan Ketua PMI Jatim Imam Utomo dan seluruh ketua PMI kabupaten/kota di Jatim," ujarnya.

Selain menyerahkan secara simbolis, pengusaha tersebut kata Ghufron, juga menjadi tamu istimewa dalam upacara Peringatan Hari Sukarelawan PMI tingkat Jatim yang dipusatkan di alun-alun Jember, Sabtu (7/12/2020). "Tetapi, dari serangkaian cerita itu, PMI tidak menyangka jika pasangan suami istri itu berbohong," katanya.

Ghufron mengatakan, kecurigaan PMI sebenarnya sudah muncul sejak bulan Februari 2020 lalu. Sebab, saat itu, kedua donatur tidak bisa dihubungi, juga tidak ada kabar sama sekali. Padahal saat itu, panitia pembangunan akan dibentuk, termasuk membuat gambar desain rumah sakit dan klinik.

"Tetapi kami diam saja. Tak tahunya, beberapa hari lalu, orang suruhan Ashanty telepon menanyakan masalah sumbangan itu. Ternyata dia juga kena tipu, soal rencana pembelian rumah. Makanya, kami akhirnya bersuara. Bahwa, kabar sumbangan Rp16 miliar itu juga bohong," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak mengambil tindakan hukum. "Pertimbangan kami, karena tidak ada kerugian materi, maka kami publikasikan saja. Agar tidak ada korban lagi," katanya.


Editor : Maria Christina