Pemuda Muhammadiyah Dampingi Kader yang Terlibat Hoaks di Banyuwangi

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 14 Maret 2019 - 16:52:00 WIB
Pemuda Muhammadiyah Dampingi Kader yang Terlibat Hoaks di Banyuwangi
Ustaz Supriyanto saat menyampaikan ceramah berisi hoaks kepada ibu-ibi di Banyuwangi. (Foto: Dok.iNews.id)

SURABAYA, iNews.id – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur akan memberi pendampingan terhadap kadernya, Imam Suherlan atas kasus hoaks di Banyuwangi. Sebagai induk organisasi, PWPM akan ikut bertanggung jawab dengan menunjuk seorang pengacara.

“Kami akan tabayun (klarifikasi) dulu. Yang bersangkutan akan kami panggil. Akan kami lihat duduk perkaranya. Apakah ada yang salah. Pastinya, kami juga melakukan pendampingan hukum,” kata Ketua PWPM Jatim Dikky Syadqomullah, Kamis (14/3/2019).

Meski begitu, Dikyy memastikan, tidak akan ikut intervensi dalam kasus tersebut. Pihaknya akan mempersilakan aparat penegak hukum memproses kasus tersebut. Apa pun yang menjadi keputusan hukum akan diikuti.

“Kami positiv thingking saja. Biarkan hukum berjalan. Tidak usah intervensi. Negara ini negara hukum. Bialah pihak yang berkewajiban menata hukum bekerja. Menjadikan hukum kita ini berintegeritas,” katanya.

Dikky juga memastikan, bahwa apa yang disampaikan oleh kadernya di Banyuwangi adalah karena dorongan pribadi. Bukan arahan dari induk organisasi. Sebab, sampai saat ini Muhammadiyah maupun PWPM tidak pernah memberi arahan.

Seperti diketahui, tim gabungan Polres Banyuwangi dan Polda Jawa Timur menangkap Ustaz Supriyanto yang diduga telah menyebarkan berita bohong alias hoaks tentang pelegalan perzinaan oleh pemerintah.

Semburan hoaks yang dilancarkan Supriyanto itu dilakukan dalam pengajian ibu-ibu di sebuah masjid di Kecamatan Kalibari, Banyuwangi pada Sabtu (9/3/2019) lalu. Dalam kasus ini, Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Banyuwangi Imam Suherlan terlibat.

Ceramah Supriyanto kemudian viral di media sosial. Selain menuding pemerintah sedang menggodok UU Perzinaan, Supriyanto juga mengampanyekan salah satu pasangan calon presiden tertentu ke jamaahnya yang mayoritas ibu-ibu.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: