Ustaz di Banyuwangi Fitnah Jokowi, TKD: Relawan Jangan Membalas

Ihya Ulumuddin · Rabu, 13 Maret 2019 - 12:54:00 WIB
Ustaz di Banyuwangi Fitnah Jokowi, TKD: Relawan Jangan Membalas
Ustaz yang memfitnah Jokowi akan melegalkan perzinahan. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur mengimbau pendukung Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur (Jatim) tidak terpancing, apalagi membalas semburan hoaks dan fitnah dari kubu lawan.

Hal ini disampaikan terkait video viral seorang ustaz di Kabupaten Banyuwangi yang menyebarkan fitnah pasangan nomor urut 01 akan melegalkan perzinahan.

"Ini (fitnah) memang keterlaluan. Namun, relawan dan tim pemenangan jangan membalas dengan ikut menyebarkan hoaks. Datangi saja masayarakat. Sampaikan klarifikasi," kata Ketua TKD Jatim, Machfud Arifin, Rabu (13/3/2019).

Machfud mengatakan, sudah berulangkali paslon 01 diserang dengan fitnah dan hoaks. Sebelumnya, ibu-ibu di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) mengabarkan kalau Jokowi akan menghilangkan azan.

Kemudian, di salah satu daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di mana seorang ibu juga menyatakan, pemerintahan Jokowi ke depan akan menghapus pelajaran agama.

"Ada firnah lagi LGBT akan dilegalkan, sekarang bilang perzinahan dilegalkan. Ini sudah keterlaluan. Ini sungguh gila. Semburan fitnah dan hoaks makin menjadi-jadi," kata mantan Kapolda Jatim ini.

Dia juga berterima kasih kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat dan mengamankan pelaku-pelaku penyebar hoaks, di antaranya ustaz di Kabupaten Banyuwangi, Supriyanto, dan seorang ketum partai, Iman Suherlan.

Sebagai penangkal, pihaknya juga mengaku akan gencar turun ke bawah. Door to door untuk memberikan klarifikasi atas semua fitnah dan tuduhan tak berdasar itu.

"Kami akan sampaikan bahwa itu tidak benar. Kami juga akan sampaikab program-program Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf dan keberhasilan pembangunan pemerintahan saat ini," tuturnya.

Menurut Machfud, upaya menangkal harus dilakukan. Bila tidak, dia khawatir akan menggerus kepercayaan masyarakat kepada paslon 01. Ini karena sebagian kecil masyarakat di bawah percaya dan termakan berita bohong itu.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: