Pemprov Jatim-Kogabwilhan II Siapkan Aplikasi Satu Pintu Percepat Penanganan Covid-19

Lukman Hakim ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 10:40 WIB
Pemprov Jatim-Kogabwilhan II Siapkan Aplikasi Satu Pintu Percepat Penanganan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama 99 RS Rujukan se-Jatim di Lantai 8 Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, Selasa (30/6/2020). (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II, akan menyiapkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau one gate system untuk mempercepat penanganan Covid-19. Sistem ini juga diharapkan membantu mengurangi angka kematian pasien akibat terlambat dirujuk atau kamar yang overload.

Aplikasi ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (30/6/2020). Rapat di Lantai 8 Kantor Gubernur Jalan Pahlawan tersebut juga dihadiri 99 RS rujukan Covid-19 se-Jatim.

Salah satu poin penting dalam aplikasi ini, adanya command center 24 jam yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Darurat di Jalan Indrapura Surabaya. Petugas command center tersebut akan mengarahkan pasien Covid-19 ke RS-RS rujukan berdasarkan tingkat risiko, serta mencari dan memastikan ketersediaan bed dan kamar bagi pasien.

“Ini menjadi bagian yang sangat penting, yakni pengintegrasian lewat one gate system. Kita berharap angka kasus Covid-19 yang muncul bisa kita mitigasi lebih komprehensif agar tingkat penyembuhan makin tinggi. Di saat yang sama, diharapkan angka kematian bisa kita turunkan semakin signifikan,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, penyiapan aplikasi tersebut sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Jatim empat hari lalu. Presiden meminta Pemprov Jatim harus dapat mengendalikan penanganan Covid-19 dalam dua minggu ke depan.

Presiden juga meminta Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus mengomandani RS Darurat Covid-19 di Surabaya. Sebelumnya, pihaknya juga sudah memiliki sistem informasi, seperti update data real time hal-hal yang terjadi di RS melalui gadget yang dititipkan di tiap-tiap RS rujukan di Jatim.

"Update data tersebut akan diintegrasikan dengan sistem rujukan yang dikomandani Pangkogabwilhan II,” ujarnya.

Panglima Kogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus menjelaskan cara kerja sistem rujukan satu pintu, yakni masing-masing RS rujukan memiliki Person In Charge (PIC). Tugas dari PIC tersebut menginformasikan apakah RS-nya bisa menerima pasien Covid-19, serta memperbarui data kepada command center di RS Darurat Jalan Indrapura.

Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jadi, jika ada pasien di RS yang akan dirujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu memastikan ketersediaan bed, dan mengarahkan pasien akan dirujuk ke mana.

"Diharapkan pendistribusiannya lebih baik dan lebih cepat, sehingga tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya siap mengawal dan mendukung sepenuhnya upaya Pemprov Jatim untuk mengendalikan, dan menekan laju penularan Covid-19 di Jatim. Bahkan, pihaknya juga akan menginstruksikan jajarannya untuk menjaga dan mengamankan seluruh RS-RS rujukan di Jatim.

Menurut Kapolda Fadil Imran, pengamanan itu akan lebih diperkuat lagi guna menjaga kemungkinan adanya oknum masyarakat yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Contohnya, memaksa mengambil secara paksa jenazah pasien Covid-19, kemudian membuka dan memakamkan jenazah tersebut tanpa menerapkan protokol pemakaman Covid-19.

“Kami sudah memerintahkan kepada para Kapolres, untuk menempatkan personelnya di RS rujukan selama satu kali 24 jam. Setelah rapat hari ini, kembali saya akan tekankan untuk pengamanan itu. Jadi, saya berharap para tenaga kesehatan bisa bekerja dengan tenang, kami yang nanti akan mengawal keamanannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah meminta seluruh jajarannya untuk tidak henti-hentinya memberikan pemahaman pentingnya menjaga protokol kesehatan kepada masyarakat. Namun dengan cara yang humanis. Diakuinya, hal tersebut tidak mudah, tapi cara itu harus tetap dilakukan guna menyelamatkan nyawa manusia.

Dia menceritakan pengalamannya yang hampir setiap hari berolahraga pagi di lapangan Makodam V/Brawijaya. Dia melihat banyak anak muda belum disiplin memakai masker. Melihat itu, dia lantas membagikan masker kepada mereka dan saat itu memang langsung dipakai.

"Tapi hari berikutnya, ada yang kembali tidak memakai masker, lalu saya berikan masker lagi, dan saya ajak dialog. Kita harus sabar, karena ini untuk keselamatan mereka,” ujarnya.


Editor : Maria Christina