Pemkot Malang Ancam Sanksi ASN yang Nekat Cuti saat Libur Nataru 

Avirista Midaada · Kamis, 25 November 2021 - 14:42:00 WIB
Pemkot Malang Ancam Sanksi ASN yang Nekat Cuti saat Libur Nataru 
Pemkot Malang ancam sanksi ASN yang nekat cuti saat libur Natal dan tahun baru 2022. (ilustrasi).

MALANG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) mematuhi aturan pemerintah tentang larangan cuti saat libur Natal dan Tahun Bariu 2021. Mereka yang melanggar akan diberikan sanksi tegas sebagaimana aturan yang berlaku. 

Ancaman itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji menyusul larangan cuti yang dikeluarkan pemerintah pusat. "Jika diketahui ASN nekat cuti dan bepergian keluar kota, maka akan disanksi. Sanksi tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS," katanya, Kamis (25/11/2021).  

Sutiaji mengatakan pemerintah telah membuat aturan jelas selama penerapan PPKM Level 3 pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Karena itu dia meminta kepada semua ASN untuk patuh. 

"Di sana sudah  ditetapkan, ASN tidak boleh cuti, begitu pula TNI/Polri. Sektor swasta pun diimbau untuk tidak mengambil cuti selama libur Nataru," katanya. 

Pria kelahiran Lamongan ini mengingatkan, agar ASN Pemkot Malang tidak bepergian ke mana-mana saat libur Nataru, dan diimbau tetap berada di rumah. Aturan ini diberlakukan pada 24 Desember hingga 2 Januari 2021 mendatang.

"PPKM Level 3 itu salah satunya untuk pengendalian arus supaya tidak mudik. Boleh cuti tapi tidak boleh ke mana-mana. Cukup di rumah masing-masing. Nah dari pada cutinya diambil tapi tidak boleh ke mana-mana, ya lebih baik tidak usah ambil cuti," tuturnya. 

Sutiaji menyebut, nantinya kepala dinas bertanggung jawab pada kepala bidang sampai ke bawah. Tugasnya memberikan sanksi ketika ada yang melanggar. 

Tak hanya itu, Sutiaji menjamin tidak ada penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi selama pemberlakuan PPKM level 3. Bila ditemukan, hal itu merupakan agenda tugas kedinasan yang memang megharuskan untuk keluar daerah.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: