Pembunuh Sopir Online Jalani Reka Adegan di Halaman Mapolres Pasuruan

Jaka Samudra ยท Sabtu, 02 November 2019 - 18:30 WIB
Pembunuh Sopir Online Jalani Reka Adegan di Halaman Mapolres Pasuruan
Reka adegan pembunuhan sopir online di Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (2/11/2019). (Foto: iNews.id/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Pembunuh sopir online yang mayatnya dibuang di Tol Malang-Pandaan (Mapan), Pasuruan, Jawa Timur menjalani reka adegan, Sabtu (2/11/2019) sore. Pelaku menjalani 20 adegan mulai dari memesan ojek mobil hingga membuang mayat korban.

Tersangka tunggal, Gianto (36) merupakan warga Gresik, Jawa Timur, sementara korban bernama Rusdianto (41) merupakan warga Surabaya. Pelaku menjalani reka adegan pembunuhan ini di halaman Mapolres Pasuruan, Jalan Soetomo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, Akp Adrian Wimbardah mengatakan dari pengakuan tersangka, pembunuhan dilakukan di luar Pasuruan, namun jasad korban ditemuan di area Pasuruan. Aksi pembunuhan ini terjadi Selasa (22/10/2019) lalu.

“Pelaku mengaku membunuh di luar Pasuruan, namun mayat ditemukan di Pasuruan,” katanya.

Dalam proses rekonstruksi ini, pelaku memulai dengan adegan memesan ojek online. Selanjutnya pelaku bertemu dengan korban dan sepakat menggunakan paket offline.

Namun keduanya membatalkan paket tersebut dan menggunakan paket online. Setelah deal, pelaku mengambil uang di mesin ATM dan menyerahkan sejumlah uang kepada korban.

Saat itu, pelaku minta diantarkan ke daerah Surabaya dan Sidoarjo. Mereka berkeliling dengan tujuan tidak jelas.

Di tengah perjalanan ini, pelaku ditelpon seseorang yang menagih utang. Pelaku yang kalut, lantas berniat jahat untuk menguasai mobil milik korban untuk membayar utangnya.

Tiba-tiba pelaku melihat tali tambang di sebuah pohon. Kepada korban, pelaku minta berhenti untuk pura-pura buang air kecil.

Pelaku lantas mengambil tali tambang tersebut. Saat berada di dalam mobil, pelaku menjerat leher korban yang tengah bermain handphone.

Korban berontak namun jeratan tali tersebut lebih kuat sehingga korban akhirnya tewas. Pelaku lantas menutup muka korban dengan kain dan bermaksud menyeretnya ke Kebun Teh Lawang Malang.

Korban urung melakukannya dan kembali masuk Tol Purwodadi. Saat itulah mayat korban dibuang di pinggir Tol Mapan Km 72/200 di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Dua hari kemudian mayatnya ditemukan dalam kondisi membusuk.

Pelaku bersama barang bukti tali tambang dan mobil Ertiga diamankan polisi. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 subsider 365 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara menurut pengacara tersangka, Elisa Andarwati, pelaku awalnya tidak memiliki niat membunuh korban. “Karena saat itu dia ditagih utang lewat telepon, dan panik sehingga muncul niat pelaku memiliki mobil tersebut,” kata Elisa.


Editor : Umaya Khusniah