Pecah Jalur Banjir di Kota Surabaya, Manfaatkan Sudetan Kalimas

Aan Haryono ยท Senin, 07 Maret 2022 - 00:21:00 WIB
 Pecah Jalur Banjir di Kota Surabaya, Manfaatkan Sudetan Kalimas
Pemecah banjir dilakukan untuk mengurangi debit banjir yang melanda Surabaya ketika hujan deras turun. (Foto : Dok MNC Portal)

SURABAYA, iNews.id  - Banjir di tengah kota Surabaya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Hujan deras yang mengguyur Kota Pahlawan menyebabkan baniir di beberapa titik.

Pemetaan jalur pemecah banjir dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Itu dilakukannya sekaligus untuk memetakan dan mencari solusi penyebab dari genangan tersebut.

"Karena saya inginnya tidak ada genangan sama sekali pada waktu hujan. Dengan begini (mengecek langsung) kita tahu akan bagaimana," kata Eri, Minggu (6/3/2022).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu kembali menegaskan, bahwa pekerjaan rumah bagi pemkot saat ini adalah bagaimana ketika hujan turun, tidak ada genangan.

"Yang selalu saya sampaikan ke teman-teman, tantangan kita adalah ketika hujan tidak ada genangan. Karena kalau hujan turun ada genangan, ketika hujan reda surut, itu biasa," ucapnya.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Eko Juli Prasetya mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema untuk mengatasi genangan di pusat kota atau di kawasan Taman Apsari Surabaya. Caranya dengan membuat saluran di Jalan Embong Kenongo yang langsung menuju ke Sungai Kalimas.

"Untuk menyelesaikan genangan di pusat kota, kita siapkan sodetan (saluran) menuju Sungai Kalimas. Pengerjaannya melalui lelang, dengan estimasi sekitar lima bulan rampung," kata Eko.

Dia menyebut, bahwa genangan yang pernah terjadi di pusat kota, disebabkan karena pompa yang berada di sisi timur grahadi tidak mampu menampung derasnya aliran air saat hujan. Apalagi, pompa di grahadi hanya terdapat satu unit dengan kapasitas 3 meter kubik.

"Kalau untuk menambah pompa di grahadi kan tidak mungkin, karena lokasinya juga itu sempit. Sehingga kita pecah aliran air itu dengan membuat saluran menuju Sungai Kalimas," kata dia.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: