Nekat, 4 Pemuda Teler Keroyok Anggota TNI AL di Probolinggo karena Tak Terima Diklakson

Hana Purwadi ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 14:36 WIB
Nekat, 4 Pemuda Teler Keroyok Anggota TNI AL di Probolinggo karena Tak Terima Diklakson
Empat pemuda di Probolinggo yang mengeroyok anggota TNI AL. (Foto: iNews/Hana Purwadi)

PROBOLINGGO, iNews.id – Empat pemuda di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) menganiaya anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang tengah melintas di jalan. Mereka melakukan aksi kekerasan tersebut di bawah pengaruh minuman keras. Aksi pengeroyokan ini sempat direkam warga dan viral di media sosial.

Pelaku yang terdiri atas Usman Wijaya, Abdul Halim, Dwi Jaka Hariyanto dan Ahnacrowi Maulana merupakan warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Probolinggo. Sementara korban bernama Praka Ahmad Fauzi asal Situbondo.

Aksi para pemuda ini terjadi di pertigaan Gending Probolinggo, Selasa (12/5/2020) sore. Akibatnya arus lalu lintas sempat macet.

Beruntung, saat kejadian, ada anggota polisi yang sedang patroli, melintas dan mengamankan pelaku. Mereka kini mendekam di tahanan Mapolres Probolinggo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, kronologi kejadian bermula saat korban melintas dari Situbondo ke arah Surabaya. Di tempat kejadian, ada dua pelaku mengendarai sepeda motor matik keluar dari pertigaan dan mengagetkan korban.

“Korban lantas mengklakson pelaku. Para pelaku pun tidak terima sehingga menyuruh korban untuk berhenti sambil memaki,” katanya saat ekspos kasus di Mapolres Probolinggo, Jumat (15/5/2020).

Setelah korban berhenti, para pelalu lantas mengeroyok korban. Di saat yang sama, ada dua pelaku lain datang dan ikut mengeroyok.

“Pelaku diduga tengah mabuk berat, sehingga tidak melihat jika korban merupakan anggota TNI AL dan masih mengenakan seragam lengkap,” katanya.

Dalam video pengeroyokan tersebut, terlihat korban tidak melayani pukulan dan terlihat hanya menghidar dari hantaman. Akibat perbuatanya, pelaku dijerat pasat 170 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah