Naskah Ujian Madrasah Berisi Khilafah Beredar di Sidoarjo, Kemenag: Itu Sesuai Kurikulum

Yoyok Agusta ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 17:09 WIB
Naskah Ujian Madrasah Berisi Khilafah Beredar di Sidoarjo, Kemenag: Itu Sesuai Kurikulum
Naskah ujian madrasah aliyah berisi khilafah beredar di Sidoarjo, Jatim. (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id - Soal ujian semester ganjil tingkat madarasah aliyah (MA) yang berisikan tentang khilafah tak hanya beredar di Kediri. Naskah ujian itu juga beredar di 15 MA swasta di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Beredarnya soal tentang khilafah dibuat oleh musyawarah kerja kelompok guru (MKKG) Kabupaten Sidoarjo. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo mengakui soal tersebut memang ada, karena soal itu dibuat sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. 

Kepala Depag Kabupaten Sidoarjo Ahmad Rofi’i mengatakan, beredarnya soal ujian semester ganjil untuk siswa madarasah aliyah yang berisikan tentang khilafah mulai nomor 1 hingga soal nomor 12. Naskah ujian itu sudah beredar di 15 madrasah.

Dalam soal tersebut, terdapat pertanyaan bahwa hukum mendirikan khilafah. Ada lima jawaban di antaranya, fardhu khilafah, fardu ain, sunnah muakkad, mubah dan sunnah.“Soal tersebut memang ada dan sebagai bahan ujian di sejumlah madrasah aliyah di Sidoarjo,” kata Ahmad Rofi’I, Kamis (5/12/2019).

BACA JUGA:

Beredar Soal Ujian Semester Madrasah Aliah di Kediri Memuat Khilafah

Minta Maaf, Kanwil Kemenag Jatim Pastikan Cabut Naskah Soal Ujian Berisi Materi Khilafah

Menurut dia, naskah ujian mata pelajaran fikih itu sudah sesuai dengan kurikulum yang ada karena di dalam kelas pun siswa juga diajari pemahaman terkait khilafah. Sehingga saat ujian ada soal yang berisikan tentang khilafah. “Kami tidak akan melakukan penarikan soal, lantaran soal tersebut sudah sesuai dengan kurikulum saat ini,” katanya.

Rofi’I mengakui, sebenarnya pemerintah sudah merubah kurikulum untuk siswa madarasah aliyah. Untuk tahun ini, masih diperbolehkan memberikan meteri pendidikan tentang khilafah, sedangkan untuk tahun 2020 sudah tidak diperbolehkan.


Editor : Kastolani Marzuki