Mojokerto Peringkat 1 Kota Terinovatif IGA 2022, Ini Pesan Wali Kota Ika Puspitasari
MOJOKERTO, iNews.id - Kota Mojokerto menjadi peringkat pertama sebagai kota terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) tahun 2022. Penghargaan tingkat nasional tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) di Jakarta.
Prestasi ini didapat setelah melewati berbagai tahapan penilaian. Di awali dengan proses penilaian berkas, berlanjut pada tahap presentasi yang dilakukan langsung oleh Wali kota Ika Puspitasari di Jakarta (22/11/2022). Setelah itu validasi lapangan oleh tim ahli dari Kemendagri terhadap inovasi unggulan yang digagas Kota Mojokerto, khususnya Gempa Genting dan Brantas Tuntas.
"Berbagai inovasi yang dimiliki Kota Mojokerto terbukti membawa perubahan, seperti Gempa Genting yang menjadi salah satu upaya Pemkot menekan angka stunting dari angka 9,04 di tahun 2019 menjadi 4,08 di tahun 2022, nomor dua terendah nasional," kata Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, Rabu (28/12/2022).
Karena itu pihaknya mengapresiasi semua pihak yang selalu bersinergi melahirkan beragam inovasi untuk pembangunan di Kota Mojokerto. Ke depan, dia juga berharap agar inovasi terbaik terus dimunculkan.
"Ini bukan capaian final, melainkan cambuk semangat bagi kita semua. Semoga ide-ide kreatif, solutif, dan aplikatif semakin banyak bermunculan di tahun-tahun mendatang," ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.
Diketahui, sebelum meraih peringkat satu, Kota Mojokerto telah menempuh jalan panjang dalam ajang tahunan tersebut. Di tahun 2019, Kota Mojokerto bahkan sempat berada di peringkat ke-327. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan, terbukti di tahun 2020, Kota Mojokerto berada di posisi ke 42 dan naik menjadi peringkat tujuh di tahun 2021.
Kepala Bappedalitbang Agung Moeljono Soebagijo mengatakan pihaknya siap memberikan usaha lebih untuk memantapkan berbagai inovasi di Kota Mojokerto.
"Ke depan, kami akan berupaya untuk memberikan effort lebih, mendampingi OPD untuk mematangkan setiap inovasi yang dilahirkan. Misalnya melalui bimtek, coaching clinic, dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak seperti stakeholder, akademisi, dan praktisi," tuturnya.
Editor: Ihya Ulumuddin