Menko Polhukam Mahfud MD: Tak Ada Negosiasi dengan China di Natuna, Usir Kapal Mereka

Deni Irwansyah ยท Minggu, 05 Januari 2020 - 12:45 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD:  Tak Ada Negosiasi dengan China di Natuna, Usir Kapal Mereka
Menko Polhukam, Mahfud MD, saat mengisi kuliah tamu dalam acara Dies Natalis Universitas Brawijaya Malang. (Foto: iNews/Deni Irwansyah).

MALANG, iNews.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menegaskan tidak ada negosiasi dengan China terkait Laut Natuna. Sikap pemerintah tegas untuk mengusir kapal penangkap ikan di perairan tersebut.

"Saya sebagai Menko Polhukam katakan tidak ada negosiasi dengan China," kata Mahfud saat memberikan kuliah tamu di acara Dies Natalis Universitas Brawijaya Malang ke-57, Jawa Timur (Jatim), Minggu (5/1/2020).

Bila ada negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan China, berarti memang benar terdapat konflik bilateral antara kedua negara tersebut. Padahal, Laut Natuna itu menurut Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang ditetapkan PBB 1982 merupakan milik Indonesia.

BACA JUGA: China Klaim Natuna, Susi: Persahabatan Antarnegara Tak Boleh Lindungi Pencuri Ikan

Indonesia merupakan negara yang berdaulat, dan hal ini tidak boleh ditukar dengan kepentingan investasi serta ekonomi. Karena itu, keberadaan kapal penangkap ikan milik asing yang dikawal oleh Cost Guard China harus diusir dari perairan NKRI.

"Tidak ada negosiasi. Pokoknya usir dan usir," ujar dia.

Hal yang harus diupayakan Pemerintah Indonesia bersama jajaran TNI yakni menghalau kapal-kapal penangkap ikan tersebut masuk ke Laut Natuna. Karena kedaulatan negara ini harus dipertahankan.

BACA JUGA: China Terobos Laut Natuna, Ini Deretan Reaksi Menteri dari Prabowo hingga Luhut

"Patroli sudah dikuatkan. Kita tidak perang, ini hanya untuk menghalau daerah kita sendiri," katanya.

Sebelumnya, konflik Laut China Selatan kembali memanas setelah sejumlah kapal penangkap ikan milik China memasuki wilayah NKRI di Laut Natuna. Bahkan, keberadaan mereka saat mengambil sumber daya laut Indonesia dikawal oleh Cost Guard China.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal