Menkes: 48 Perawat Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur

Binti Mufarida ยท Selasa, 15 September 2020 - 15:23 WIB
Menkes: 48 Perawat Meninggal akibat Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut 48 perawat meninggal dunia selama pandemi Covid-19 hingga September 2020 ini. (Foto: ilustrasi/AFP)..

JAKARTA, iNews.id – Daftar tenaga kesehatan yang meninggal dunia selama masa pandemi virus corona (Covid-19) bertambah panjang. Selain 100 lebih dokter, 48 perawat juga meninggal dalam perjuangan melaksanakan tugasnya melawan wabah ini.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, hingga saat ini tercatat 2.310 perawat terlibat dalam penanganan Covid-19. Mereka bagian dari 16.286 orang tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam menangani pasien.

“Rasa duka cita mendalam juga saya sampaikan atas gugurnya 48 perawat dalam perjuangannya memberikan pelayanan kepada pasien untuk melawan Covid-19. Paling banyak dari wilayah Jawa Timur. Semoga jasa-jasa para pahlawan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Terawan dalam acara doa bersama bertajuk ‘Doa Perawat untuk Negeri’ yang dilaksanakan secara daring dan diselenggarakan langsung melalui Youtube BNPB, Selasa (15/9/2020).

Terawan mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perawat yang telah bekerja keras dengan dedikasi tinggi dalam penanganan wabah Covid-19 ini.

Selain itu, Terawan mengatakan Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan agar seluruh tenaga kesehatan yang gugur di beri santunan sebagai bentuk atas kerja keras yang melawan Covid-19.

“Marilah kita terus berupaya dan berdoa agar pandemi ini segera berlalu sehingga kita dapat kembali hidup normal seperti sebelumnya. Terus semangat, bersyukur dan senantiasa memohon pelindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucap Terawan.

Sebelumnya Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan 109 dokter meninggal dunia sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia pada 2 Maret 2020. Tujuh orang merupakan guru besar, 49 dokter spesialis dan 53 lainnya dokter umum.

IDI menyatakan, 29 dokter meninggal berpraktik di Jawa Timur. Jumlah ini terbanyak dibandingkan daerah lainnya.


Editor : Zen Teguh