Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial
Selain bangunan, kompleks ini juga menyimpan tujuh sumur tua yang dipercaya memiliki nilai spiritual. Pada dekade 1980-an, air dari sumur tersebut sering digunakan untuk ruwatan, tradisi Jawa untuk membersihkan diri dari kesialan.
“Dulu tahun 80-an, air dari tujuh sumur di sini sering dicari orang untuk ruwatan. Memang sangat ikonik pada masanya,” ujar Fahrudin, penjaga Padangan Heritage sekaligus cicit H. Rasyid, pengusaha tembakau era pra-kemerdekaan dikutip dari iNews Bojonegoro.
Fahrudin, yang merupakan keturunan keempat H. Rasyid, kerap mendampingi pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh sejarah kawasan ini.
Seiring waktu, penggunaan air sumur untuk ritual berkurang, digantikan oleh sumber sendang di sekitar Padangan. Meski begitu, keberadaan tujuh sumur tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan sejarah.
Kini, Polsek Padangan menjalankan fungsi utamanya menjaga keamanan masyarakat. Namun, bangunan ini juga berdiri sebagai monumen hidup yang menghubungkan masa kejayaan agraris Bojonegoro dengan kehidupan modern.
Editor: Kurnia Illahi