Libur Imlek, Young Buddhist Gelar Kajian Lintas Agama Tentang Peran Perempuan
Bahkan, perempuan itu diangkat statusnya oleh sang Buddha dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan spiritual. "Jadi, perempuan itu bisa memiliki kemampuan intelektual dan spiritual yang sama dengan laki-laki," ujarnya.
Di agama Buddha, ada dua jenis kehidupan yang dianjurkan oleh sang Buddha. Pertama, kelompok yang menjalani kehidupan rumah tangga layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Kedua, kelompok yang meninggalkan rumah tangga, untuk kepentingan spiritual tertinggi.
Sementara itu, Tokoh agama Islam Nur Rofiah juga menjelaskan agama Islam sudah menegaskan bahwa perempuan itu merupakan manusia. Menurutnya, tindakan apa pun yang tidak manusiawi kepada perempuan itu bertentangan dengan agama.
Karenanya perempuan itu tidak boleh dianggap sebagai hamba laki-laki, karena di hadapan Tuhan, antara laki-laki dan perempuan itu sama, yaitu sama-sama hamba Tuhan.
"Nah, Islam itu arti generiknya pasrah total kepada Tuhan. Keislaman kita adalah proses terus menerus untuk membuktikan kepasrahan total hanya kepada Tuhan dengan berbuat kepada semua penciptaan-Nya, termasuk kepada seorang perempuan," katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin