get app
inews
Aa Text
Read Next : Penggerebekan Judi Tembak Ikan di Karo, 2 Perempuan Ditangkap

Libur Imlek, Young Buddhist Gelar Kajian Lintas Agama Tentang Peran Perempuan

Selasa, 24 Januari 2023 - 22:07:00 WIB
Libur Imlek, Young Buddhist Gelar Kajian Lintas Agama Tentang Peran Perempuan
Kajian Lintas Agama Islam dan Budha tentang perempuan. (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Young Buddhist Association bersama studiagama menggelar kajian lintas agama bertema “Kemanusiaan Penuh Perempuan” perspektif agama Islam dan Buddha. Kegiatan ini digelar dalam rangka perayaan Imlek

Kajian lewat live Instagram itu menghadirkan dua narasumber dua tokoh agama, yaitu Ketua Atthasilani Theravada Indonesia (Astinda) Attasilani Gunanandini, dan Pengurus Majelis Musyawarah KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia), Nur Rofiah. Acara ini dipandu Acara itu dipandu langsung Founder studiagama Tri Indah Annisa dan dikuti sekitar 700 pengguna Instagram.

Tokoh agama Buddha, Attasilani Gunanandini menjelaskan, perempuan pada masa kehidupan Buddha, dipengaruhi oleh peradaban sebelumnya. Saat itu, perempuan dianggap sebagai nomor dua, bukan primer. 

Namun, sebenarnya saat itu cara pandang Buddhis berbeda dengan konstruksi sosial masyarakat masa itu. Karena Buddhis sendiri atau cara pandang agama Buddha melihat bahwa perempuan itu merupakan sepenuhnya manusia. 

"Nah, manusia dalam konteks agama Buddha berasal dari manu dan usa. Manu itu yang punya pikiran, dan usa itu adalah yang kualitasnya bisa meningkatkan levelnya. Jadi, bisa dikembangkan dalam level yang tanpa batas, baik perempuan maupun laki-laki," kata Attasilani.

Menurutnya, memang ada perbedaan secara bilogis antara perempuan dan laki-laki. Namun, peran dan kedudukannya tidak berbeda dan hal itu dibuktikan pada masa kehidupan Buddha sendiri.

Bahkan, perempuan itu diangkat statusnya oleh sang Buddha dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan spiritual. "Jadi, perempuan itu bisa memiliki kemampuan intelektual dan spiritual yang sama dengan laki-laki," ujarnya. 

Di agama Buddha, ada dua jenis kehidupan yang dianjurkan oleh sang Buddha. Pertama, kelompok yang menjalani kehidupan rumah tangga layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Kedua, kelompok yang meninggalkan rumah tangga, untuk kepentingan spiritual tertinggi. 

Sementara itu, Tokoh agama Islam Nur Rofiah juga menjelaskan agama Islam sudah menegaskan bahwa perempuan itu merupakan manusia. Menurutnya, tindakan apa pun yang tidak manusiawi kepada perempuan itu bertentangan dengan agama. 

Karenanya perempuan itu tidak boleh dianggap sebagai hamba laki-laki, karena di hadapan Tuhan, antara laki-laki dan perempuan itu sama, yaitu sama-sama hamba Tuhan. 

"Nah, Islam itu arti generiknya pasrah total kepada Tuhan. Keislaman kita adalah proses terus menerus untuk membuktikan kepasrahan total hanya kepada Tuhan dengan berbuat kepada semua penciptaan-Nya, termasuk kepada seorang perempuan," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut